<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194891</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260406090533</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000036</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN DI KABUPATEN TABANAN PROVINSI BALI /</subfield>
      <subfield code="c">Putu Weda Bramanta Wicaksana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Putu Weda Bramanta Wicaksana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">16 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13079</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Bertha Lubis</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">361.159 862 22</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">361.159 862 22 PUT i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Masalah Sosial</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kemiskinan merupakan suatu masalah sosial yang hingga saat ini masih sangat sulit untuk dipecahkan baik itu di tingkat pusat maupun daerah. Hal ini menyebabkan perlu adanya strategi pada proses pembuatan kebijakan yang tepat serta berkesinambungan agar permasalahan ini mampu diatasi. Keputusan Menteri Sosial dalam upaya mengentaskan kemiskinan, maka Pemerintah Kabupaten Tabanan khususnya Dinas Sosial sebagai pelaksana kebijakan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sejak 2017 dikarenakan Kabupaten Tabanan merupakan salah satu Kabupaten di Bali dengan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi, oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti terkait bagaimana Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Tabanan. Tujuan: Mengetahui serta mendeskripsikan bagaimana implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai di Kabupaten Tabanan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Tabanan dengan teknik pemilihan informan secara Purposive sample. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini juga menggunakan Triangulasi dalam menganalisis data. Hasil/Temuan: Meskipun dikatakan sudah cukup baik, namun kenyataannya masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program ini seperti sarana yang kurang memadai, masih adanya masalah teknis dalam pelaksanaan program, serta upaya pemerintah untuk mengatasi masalah yang ada masih belum optimal. Kesimpulan: Meskipun terdapat permasalahan namun program bantuan ini cukup berdampak dalam penurunan tingkat kemiskinan di Kabupaten Tabanan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
