<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194905</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260406093924</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000050</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PERILAKU PEMILIH TERHADAP PEMILIHAN WALIKOTA TAHUN 2020 DI KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">Muhammad Al-Hussen</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhammad Al-Hussen</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13337</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dolf Eduard Mitteboga</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">324.959 824 13</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">324.959 824 13 MUH p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pemilihan Umum di Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Perilaku pemilih di Kota Depok mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam menggunakan atau tidak menggunakan hak suaranya dalam pemilihan umum. Pada Pemilihan walikota 2020 mendapati sebanyak 479.451 pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya, angka tersebut lebih besar dari jumlah suara yang diperoleh oleh pemenang pemilihan walikota 2020 di Kota Depok. Selain itu juga pada setiap penyelenggaraan pemilihan walikota di Kota Depok, pasangan calon yang didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera selalu menjadi pemenang pemilihan walikota di Kota Depok. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perilaku pemilih masyarakat Kota Depok dalam menentukan pilihannya, penyebab angka golput lebih tinggi dibandingkan dengan suara pemenang pemilihan walikota dan untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi dominasi Partai Keadilan Sejahtera dalam setiap pemilihan walikota di Kota Depok. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitiatif dan analisis terhadap perilaku pemilih menurut Teori Gaffar (2005:47). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner (384 responden) dengan menyebarkan link google form serta dengan studi pustaka. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu bahwa perilaku pemilih masyarakat Kota Depok pada pemilihan walikota 2020 dipengaruhi oleh beberapa variabel dengan hasil variabel identifikasi partai dan variabel identifikasi kualitas personal calon memiliki pengaruh tertinggi. Variabel tersebut merupakan turunan dari pendekatan psikologis. Kesimpulan: Perilaku pemilih masyarakat Kota Depok pada pemilihan walikota tahun 2020 tergolong dalam tipe pemilih psikologis. Pemberian edukasi politik oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga terkait seperti KPU ataupun parpol diharapkan mampu mengubah perilaku pemilih masyarakat Kota Depok menjadi pemilih yang rasional.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
