<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194931</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260406114735</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000076</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PENGURANGAN RISIKO BENCANA BANJIR MELALUI PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PROGRAM KELURAHAN TANGGUH BENCANA DI KOTA SEMARANG /</subfield>
      <subfield code="c">Muflihul Fakhri Nurhardinta</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muflihul Fakhri Nurhardinta</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12813</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Yudi Rusfiana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 359 826 52</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 359 826 52 MUF p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pengamanan dari Bencana Banjir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Tingginya potensi bencana alam yang terjadi di indonesia menjadi persoalan penting. Indonesia termasuk dalam 35 negara yang rawan risiko bencana di dunia. Indonesia menjadi Headline di media karena bencana alam yang dialaminya. Bencana di Indonesia dipengaruhi karena letak negara Indonesia berada pada pertemuan 3 lempeng tektonik besar yaitu pertemuan Eurasia, Pasifik dan Indo-Australia sehingga potensi terjadinya bencana di Indonesia cukup tinggi, baik bencana dalam skala besar maupun bencana dalam skala kecil. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat telah terjadi 1.829 kejadian bencana alam di Indonesia sejak 1 Januari 2021 hingga 5 September 2021 dan daerah yang paling banyak mengalami kejadian bencana terjadi di Pulau Jawa. Salah satunya adalah Kota Semarang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pengurangan Resiko Bencana Banjir Melalui Partisipasi Masyarakat pada Program Kelurahan Tangguh Bencana Di Kota Semarang. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi dan dokumen-dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh oleh penulis dalam penelitian ini adalah mash kurangnya sumberdaya, saran dan prasarana yang menunjang proram Pengurangan Risiko Bencana Banjir Melalui Partisipasi Masyrakat Pada Program Kelurahan Tangguh Bencana Di Kota Semarang kurang maksimal. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa Pengurangan Risiko Bencana Banjir Melalui Partisipasi Masyrakat Pada Program Kelurahan Tangguh Bencana Di Kota Semarang sudah berjalan cukup baik namun masih belum maksimal, di karenaka sumber daya, sarana dan prasarana yang belum maksimal maka Pengurangan Risiko Bencana Banjir Melalui Partisipasi Masyrakat Pada Program Kelurahan Tangguh Bencana Di Kota Semarang tidak berjalan dengan maksimal.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
