<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195066</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260408102450</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000211</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM PENANGGULANGAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU /</subfield>
      <subfield code="c">Fadil Dwi Herfian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Fadil Dwi Herfian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">7</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13748</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">M. Amin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.955 981 4</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.955 981 4 FAD s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kebakaran hutan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/ Latar Belakang (GAP) : Kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana yang rawan terjadi di Indonesia, salah satunya di Provinsi Riau. Penelitian ini diangkat dari bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kampar sulit diatasi. Tingginya kebakaran hutan yang terjadi di Kabupaten Kampar menimbulkan pertanyaan bagaimana Strategi BPBD sebagai stakeholder dari Pemerintah Kabupaten Kampar yang menjadi wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan. Tujuan : Mengetahui upaya yang dilakukan BPBD dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kampar. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Peneliti memilih narasumber dengan berdasarkan dua macam teknik, yaitu teknik purposive sampling pada pelaksana di BPBD, dan accidental sampling kepada masyarakat yang menjadi informan. Instrumen pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Teknik penyusunan data yang digunakan peneliti ialah analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) yang diharapkan dapat menciptakan strategi yang sesuai dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kampar. Penelitian ini jelas dilaksanakan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kampar. Hasil/ Temuan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BPBD dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kampar sudah dilaksanakan, namun masih sedikit terhambat karena beberapa hal seperti fokus penanggulangan yang dinilai tidak efektif dalam meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan, minimnya partisipasi masyarakat dan pemerintah serta anggaran yang tidak memadai. Kesimpulan : Penulis menyampaikan saran bahwa akan lebih baik jika BPBD Kabupaten Kampar lebih meningkatkan kekuatan dan meminimalisir kelemahan yang ada dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, memanfaatkan seluruh peluang yang ada untuk meminimalisir ancaman dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
