<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195129</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260410084811</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000274</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MITIGASI BENCANA ANGIN PUTING BELIUNG DI KOTA PEMATANGSIANTAR PROVINSI SUMATERA UTARA /</subfield>
      <subfield code="c">Rio Sinaga</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Rio Sinaga</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15078</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dedy Suhendi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 981 2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 981 2 RIO s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">penanggulangan bencana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang Bencana adalah hal yang dapat dialami oleh setiap orang baik bencana sosial ataupun bencana alam. Setiap individu yang terkena bencana akan mengalami kerugian, terutama bencana alam tentunya mengakibatkan kerusakan yang besar. Seperti bencana angin puting beliung, bencana ini adalah bencana yang memiliki daya rusak yang besar setiap kali bencana ini melanda. Bencana ini adalah bencana yang tidak dapat diprediksi kapan terjadi serta tidak dapat dicegah untuk terjadinya. Pada umumnya, bencana ini terjadi pada saat musim pancaroba. Pada saat musim penghujan, Kota Pematangsiantar selalu terkena dampak bencana ini. Hampir diseluruh kecamatan di Kota Pematangsiantar mengalami bencana ini. Karena dampak dari bencana itulah maka dibutuhkan strategi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kot Pematangsiantar selaku instansi penanggungjawab di bidang kebencanaan. Dengan alasan tersebutlah peneliti melakukakan penelitian dengan judul “Strategi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dalam Mitigasi Bencana Angin Puting Beliung Di Kota Pematangsiantar” guna menentukan strategi yang tepat untuk digunakan dalam upaya pengurangan dampak bencana angin puting beliung di Kota Pematangsiantar Tujuan: menentukan strategi yang tepat untuk digunakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah maka peneliti memanfaatkan faktor pendukung serta meminimalkan faktor penghambat untuk menghasilkan strategi yang dapat digunakan untuk menekan dampak dari bencana angin puting beliung Metode: Dalam melakukan penelitian ini, Peneliti menggunakan teknik analisis data yaitu analisis SWOT oleh Freddy Rangkuti dan metode penelitian yakni penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh Peneliti yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/temuan: Hasil dari penelitian yang telah dilakukakan peneliti menemukan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pematangsiantar tidak dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal.Kesimpulan: Hal ini dapat terlihat dari terbengkalainya keadaan pasca terjadinya bencana angin puting beliung tersebut. Oleh sebab itu diperlukan strategi yang dapat digunakan untuk memanfaatkan faktor penghambat dengan meminimalkan kekurangan melalui analisis SWOT.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
