<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195155</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260411122931</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000300</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">UPAYA DINAS LINGKUNGAN HIDUP DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PENANGANAN SAMPAH BERBASIS BANK SAMPAH DI KOTA TANGERANG SELATAN PROVINSI BANTEN /</subfield>
      <subfield code="c">Farhan Adli Fauzan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Farhan Adli Fauzan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14027</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Abdurrohim</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">307.159 823 23</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">307.159 823 23 FAR u</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pemberdayaan masyarakat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Di antara kabupaten dan kota di Provinsi Banten, Kota Tangerang Selatan memiliki kepadatan penduduk tertinggi yang mewakili berbagai suku bangsa. Dengan munculnya isu-isu selama pembangunan Kota Tangerang Selatan, pemerintah belum cukup tanggap dalam mengatasi masalah lingkungan yaitu salah satunya sampah sehingga ini menjadi salah satu isu yang cukup besar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan saat ini dalam mengelola sampah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara, dokumentasi, observasi. Teknik analisa data menggunakan analisa kualitatif dengan langkah langkah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil/Temuan: Penelitian ini menunjukkan bahwa persoalan yang cukup kontras adalah banyaknya bank sampah yang tidak aktif menjadi pendorong utama dinonaktifkannya pemberdayaan pengelolaan sampah berbasis bank sampah. Hambatan yang ada saat ini dalam pengerahan pengolahan sampah berbasis bank sampah antara lain sarana dan prasarana yang kurang memadai serta kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kondisi lingkungan setempat. Kesimpulan: Program Bank Sampah yang dilaksanakan di Kota Tangerang Selatan adalah sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah. Implementasi program dengan keterlibatan masyarakat memiliki dampak yang signifikan terhadap isu tersebut. Untuk mengurangi masalah lingkungan dan mendukung prosedur pengelolaan sampah di Kota Tangerang Selatan, dari masyarakat harus menerapkan disiplin yang ketat.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
