<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195168</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260413083312</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000313</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">INOVASI PELAYANAN PEMBUATAN AKTA PERKAWINAN MELALUI PROGRAM PeDeKaTe DI SUKU DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA JAKARTA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Tampubolon, Mutiara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Tampubolon, Mutiara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14348</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Gatiningsih</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.150 9</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.150 9 TAM i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Administrasi Pemerintahan Daerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kepemilikan Akta Perkawinan merupakan salah satu permasalahan yang sudah ada sejak lama di Kota Jakarta Timur. Permasalahan ini disebabkan oleh proses pembuatan Akta Perkawinan yang dianggap rumit dan membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, kesadaran masyarakat akan kepemilikan Akta Perkawinan dinilai masih rendah. Maka dilihat dari permasalahan tersebut. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan menjelaskan Inovasi Pelayanan Pembuatan Akta Perkawinan Pada Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jakarta Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Inovasi menurut Rogers yang dimana terbagi atas 5 indikator yaitu Keuntungan Relatif, Kesesuaian, Kerumitan, Kemungkinan Dicoba dan Kemudahan Diamati. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian, Inovasi Program PeDeKaTe sudah berjalan dengan baik dalam meningkatkan kepemilikan Akta Perkawinan. Namun masih banyak masyarakat yang kurang memahami Program PeDeKaTe itu sendiri, masih kurangnya sosialisasi dan fasilitas yang diperlukan untuk pengoperasian Program yang berbasis Aplikasi. Untuk meningkatkan penerbitan Akta Perkawinan penulis memberikan saran untuk melakukan Sosialisasi mengenai Program PeDeKaTe dan pelatihan kepada operator di tempat-tempat ibadah yang bertanggung jawab dalam mengoperasikan dan memberikan pelayanan yang optimal pada Program PeDeKaTe. Kesimpulan: Pelaksanaan layanan Adminduk melalui Program PeDeKaTe terhadap Akta Perkawinan telah terlaksana dengan baik. Apabila dilihat dari dimensi Inovasi menurut Rogers dalam Suwarno dan beberapa yang dijelaskan dari indikatornya telah memberi respon yang baik atau positif. Dari segi layanan dan ketanggapan, sehingga pengurusan administrasi Akta Perkawinan dapat berjalan dengan lancar. Namun masih adanya terkendala pada server dan jaringan sehingga proses layanan membutuhkan waktu yang lama.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
