<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195186</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260413090740</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000331</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PENGURANGAN RISIKO BENCANA LONGSOR MELALUI PROGRAM DESA TANGGUH BENCANA DI KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH /</subfield>
      <subfield code="c">Zulfikar Ramadhani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Zulfikar Ramadhani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14764</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muslim</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 559 826 51</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 559 826 51 ZUL p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="600" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Longsor</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Dalam penelitian ini penulis berfokus terhadapbagaimana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang melaksanakan pengurangan risiko bencana longsor melalui program desa tangguh bencana yang pelaksanaannya belum optimal. Tujuan: Untuk mengetahui pengurangan risiko bencana longsor melalui program desa tangguh bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah, Faktor Faktor Penghambat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang dalam pelaksanaan program, dan Upaya Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang dalam menghadapi hambatan pelaksanaan program desa Tangguh . Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis data secara induktif melalui akses data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan dari penelitian ini yaitu pelaksanaan pengurangan risiko bencana longsor melalui program desa tangguh bencana sudah baik namun menemui hambatan kekurangan anggaran dan personil dalam pelaksanannya. Sehingga dilakukan upaya pengusulan penambahan anggaran dan juga personil dengan pemetaan kebutuhan anggaran dan personil terlebih dahulu. Kesimpulan: Pelaksanaan pengurangan risiko bencana longsor melalui program desa Tangguh bencana sudah baik sehingga masyarakat menemui kepuasan atas kinerja yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang meskipun menemui beberapa hambatan. Dengan hambatan tersebut terus dilakukan upaya-upaya untuk mengurangi hambatan yang ada.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
