<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195197</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260413092916</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000342</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">INOVASI WEBSITE “SRIGATI” SEBAGAI DIGITAL GOVERNMENT PADA DESA GRUDO OLEH DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Adisa Mandhasiya Gandjari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Adisa Mandhasiya Gandjari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14474</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Etin Indrayani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">004.678 598 283 3</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">004.678 598 283 3 ADI i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Website</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada Isu Pemerintahan digital mendesak pengembangan inovasi Website Pemerintah Desa oleh Diskominfo Kabupaten adalah aspek kualitas manajemen pelayanan dan pemanfaatannya sebagai media pelayanan informasi publik mengenai administrasi desa. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami inovasi layanan Website Srigati sebagai salah satu sumber informasi di layanan pembangunan dan pengambilan keputusan pada pemerintahan desa, mengetahui dan memahami kendala yang dihadapi oleh Dinas Kominfo Kabupaten Ngawi dalam pengelolaan Website “Srigati”, dan mengetahui upaya apa saja yang dilakukan Dinas Kominfo dalam meningkatkan kualitas Website di dalam pembangunan dan pengambilan keputusan perkembangan teknologi untuk mewujudkan digital government. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh adalah Diskominfo mengembangkan Website “Srigati” sebagai website layanan Administrasi Desa yang terdiri dari 2 pengembang serta pembuat website (Ahli TI) ,lalu 1 pelatih perangkat desa yang memuat layanan berbasis web untuk perangkat desa Grudo Kabupaten Ngawi menuju desa digital. Pelatihan ini membekali aparat desa dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola secara penuh lokasi desa yang sebelumnya tidak aktif. Usai pelatihan daring, peserta paham dan aktif mengisi berita dan informasi lainnya yang diperlukan dalam pengisian data Website “Srigati” di bawah bimbingan dan pimpinan langsung dari pengabdian masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta yang merupakan perangkat desa dapat mengunggah sendiri konten ke Website. Kesimpulan: Diskominfo Ngawi telah menerapkan konsep digital government dengan baik. Hal ini terbukti dalam upaya mengefisienkan kinerja sistem Pemerintahan di Kabupaten Ngawi seperti adanya Aplikasi mobile Website “Srigati” yaitu layanan administrasi masyarakat dan kemajuan penyampaian informasi melalui media digital. Namun, secara umum dalam menentukan berbagai kebijakan dan luaran masih belum maksimal dalam melibatkan masyarakat secara penuh sebagai penggunanya, termasuk dalam hal kurangnya sosialisasi yang dilakukan. Hal ini mengakibatkan kurang nya konsistensi dalam pengembangan Website, Kendala keterbatasan kompetensi yang dimiliki oleh tenaga Pengelola Website untuk memberikan beberapa pemahaman kepada perangkat desa untuk mengelola Website “Srigati”.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
