<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195203</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260413094204</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000348</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PEMBERDAYAAN PELAKU USAHA MIKRO KAIN TAPIS MELALUI POTENSI DESA WISATA KAMPUNG TAPIS OLEH DINAS KOPERINDAG DI DESA LUGUSARI KECAMATAN PAGELARAN KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG /</subfield>
      <subfield code="c">MUHAMMAD TAUFIQ AJOYASA</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">MUHAMMAD TAUFIQ AJOYASA</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15572</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Juliati Prihatini</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.642 598 181 3</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.642 598 181 3 MUH p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Usaha Mikro Kecil</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Pemberdayaan pelaku usaha kain tapis belum optimal, hal ini disebabkan walaupun pemerintah daerah kabupaten pringsewu sudah mengalokasikan pemberian bantuan bahan baku dan peralatan pembuatan kain tapis, namun pelaku usaha tersebut belum memanfaatkan secara optimal, ditambah dengan rendahnya inovasi sehingga produk yang dihasilkan kurang diminati oleh pangsa pasar. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan pelaku usaha mikro kain tapis di Desa Lugusari, faktor penghambat dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Metode : Pemberdayaan pelaku usaha mikro kain tapis dianalisis dengan menggunakan teori pemberdayaan Mardikanto dan Soebianto (2019) yang memiliki dimensi Bina Manusia, Bina Usaha, Bina Lingkungan, dan Bina Kelembagaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Dinas Koperindag Kabupaten Pringsewu telah melakukan pemberdayaan pelaku usaha mikro kain tapis di Desa Lugusari. Kesimpulan : Dinas Koperindag fokus pada bina manusia dan bina usaha untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Lugusari. Mereka memberikan pelatihan, workshop, dan bantuan bahan baku kepada masyarakat serta mengembangkan jejaring kemitraan dengan pasar tradisional dan online shop. Dinas juga memberikan fasilitas hardware dan software serta mendorong pengembangan sarana dan prasarana. Dalam hal bina lingkungan, penanganan limbah kain tapis masih perlu ditingkatkan. Dinas juga memberikan bantuan pemodalan kepada pelaku usaha dan berusaha meningkatkan kelembagaan melalui komponen person, kepentingan, aturan, dan struktur. Faktor penghambat pemberdayaan pelaku usaha adalah mindset pelaku usaha dan pelaku usaha yang masih gagap teknologi. Upaya yang dilakukan oleh Dinas adalah memberikan pelatihan secara berkelanjutan dan pemberian pelatihan cara menjual produk di online shop seperti Shopee dan Tokopedia. Saran : Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Pringsewu ,Melaksanakan tambahan frekuensi pameran produk kain tapis dan Meningkatkan koordinasi antar bagian dalam internal organisasi</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
