<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195206</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260413094628</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000351</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KINERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KOTA SEMARANG /</subfield>
      <subfield code="c">Rahma Ayu Setyowati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Rahma Ayu Setyowati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14402</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ermaya Suradinata</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">627.459 826 52</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">627.459 826 52 RAH k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="600" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penanggulangan banjir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Bencana banjir yang terjadi di Semarang tiap tahunnya ini merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh warga Kota Semarang dan juga Pemerintah Kota Semarang. Akibat dari bencana banjir inilah yang merugikan masyarakat Semarang baik dari sisi materiil dan psikologis. Tujuan: untuk mengetahui kinerja Badan Penanggulangan Bencana Banjir, mengetahui dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta mengetahui dan menganalisis upaya yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam penanggulangan bencana banjir di Kota Semarang. Metode: metode kualitatif deskriptif, menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh wawancara, observasi, dan dokumentasi dan untuk analisis data berdasarkan analisis ASOCA. Hasil/temuan: Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam Menanggulangi Bencana Banjir di Kota Semarang sudah cukup baik dan sudah sesuai prosedur serta aturan atau kebijakan, hal tersebut dapat dilihat melalui beberapa dimensi yang mengukur kinerja, yakni Faktor Individu, Faktor Kepemimpinan, Faktor Tim, Faktor Sistem, dan Faktor Situasi, akan tetapi terdapat masih terdapat faktor penghambat, yaitu penyediaan anggaran yang terbatas, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana banjir, dan kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Terdapat beberapa upaya dalam meningkatkan kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam menanggulangi bencana banjir, yakni meningkatkan kualitas kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah, meningkatkan jumlah kapasitas relawan, meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan, meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana seperti pembentukan Desa Tangguh Bencana. Kesimpulan: Kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam menanggulangi bencana banjir di Kota Semarang udah cukup baik dan sudah sesuai prosedur serta aturan atau kebijakan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
