<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195215</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260413095832</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000360</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI PROGAM JEMPUT BOLA DALAM PENERBITAN AKTA KELAHIRAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">HANIF MUHAMMAD AMIEN</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">HANIF MUHAMMAD AMIEN</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">7</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15194</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Sarwani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.315 982 8</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.315 982 8 HAN i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pelayanan publik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salah satu dokumen yang harus dimiliki penduduk Indonesia adalah akta kelahiran sebagai bukti identitas pribadi dan kekuatan administratif dalam pelayanan publik. Kurangnya kesadaran terkait pentingnya identitas pribadi dan juga keterbatasan akses untuk pengurusan dokumen pencatatan sipil seperti akta kelahiran membuat masyarakat Indonesia enggan mengurus akta kelahiran. Salah satunya banyak terjadi di Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur yang menggerakkan Pemerintah mengembangakan program sebagai upaya peningkatan pelayanan publik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi dari program jemput bola terhadap akta kelahiran sekaligus untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung program jemput bola terhadap penerbitan akta kelahiran dan juga bagaimana seharusnya upaya pemerintah terhadap faktor penghambat dari program jemput bola. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program jemput bola terhadap penerbitan akta kelahiran yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tulungagung sampai sekarang sudah berjalan namun belum bisa dikatakan maksimal dikarenakan beberapa faktor seperti kurangnya anggaran, terhambat oleh kendala pandemi covid, dan juga masyarakat yang masih awam mengenai program jemput bola. Tentunya pemerintah juga telah berupaya untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan program jemput bola. Kesimpulan: Hasil implementasi progam jemput bola sendiri sudah berjalan dengan baik, walaupun dapat dikatakan belum maksimal Karena masih saja terdapat hambatan hambatan yang muncul seperti kekurangan anggaran, kesulitan membagi pegawai saat pandemi covid 19 dan juga masih terdapatnya masyarakat yang belum paham tentang alur jemput bola. Namun Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil juga berupaya untuk mengatasi hambatan hambatan yang muncul, baik dari sisi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tulungagung sebagai pelaksana, dan juga dari masyarakat sebagai fokus progam.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
