<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195233</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260413102430</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000378</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MELALUI IMPLEMENTASI PROGRAM KELURAHAN TANGGUH BENCANA DI KOTA MAKASSAR /</subfield>
      <subfield code="c">Ahmad Nur Muhammad Syahrul Almunawar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ahmad Nur Muhammad Syahrul Almunawar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">24 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14449</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Lalu Ahmad Murdhani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.348 159 847 71</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.348 159 847 71 AHM p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penyelamatan dari bencana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Makassar adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan yang menjadi pusat kota terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan. Berdasarkan letak geografis serta demografi penduduk membuat kota Makassar menjadi rawan akan terjadinya berbagai bencana. Oleh karena alasan tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar mengambil langkah untuk mengatasinya. Salah satunya dengan Program Kelurahan Tangguh Bencana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program Kelurahan Tangguh Bencana guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana dan faktor penghambat dalam pelaksanaan program serta bagaimana upaya untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan jensi penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penilitan ini menggunakan metode reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa efektivitas pelaksanaan program Kelurahan Tangguh Bencana di Kota Makassar belum efektif dan terkesan tidak berjalan dikarenakan beberapa hambatan mulai dari sumber daya manusia yang terbatas, pengalihan fokus kedaruratan bencana dan anggaran ke arah penanganan Covid-19, kurangnya dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menyikapi program ini. Saran yang diberikan yaitu dengan penyediaan sumber daya manusia yang memadai, pengadaan dan pengelolaan anggaran yang baik, pengurusan program secara serius dalam pelaksanaan program serta pembuatan regulasi dan SOP sehingga dapat menunjang efektivitas program Kelurahan Tangguh Bencana dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Kesimpulan: Diketahui bahwa efektivitas pelaksanaan program Kelurahan Tangguh Bencana di Kota Makassar belum efektif dan terkesan tidak berjalan dikarenakan beberapa hambatan mulai dari sumber daya manusia yang terbatas, pengalihan fokus kedaruratan bencana dan anggaran ke arah penanganan Covid-19, kurangnya dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menyikapi program ini.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
