<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195237</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260413103116</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000382</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PENYALURAN BANTUAN LOGISTIK OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH PADA KORBAN BANJIR DI KOTA MAKASSAR /</subfield>
      <subfield code="c">Siti Nathasya Dwi Oktavia I</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Siti Nathasya Dwi Oktavia I</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13988</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Sri Heryati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 984 771</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 984 771 SIT p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pengamanan dari Bencana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salah satu bencana yang paling sering terjadi di Kota Makassar adalah bencana banjir. Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh, terdapat 6 (enam) kecamatan yang merupakan lokasi paling sering dan rawan terjadinya banjir yaitu Kecamatan Tamalanrea, Kecamatan Panakukang, Kecamatan Rappocini, Kecamatan Manggala, Kecamatan Bringkanaya, dan Kecamatan Tamalate. Salah satu unsur utama suatu aktivitas penanggulangan bencana adalah bantuan logistik bencana. Bantuan Logistik merupakan serangkaian tindakan yang melibatkan pengadaan, penyimpanan, dan pendistribusian produk sesuai dengan jenis, jumlah, waktu, dan lokasi yang diinginkan atau diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasae hidup manusia. Terdapat beberapa permasalahan dalam penanggulangan bencana banjir di Kota Makassar sepertinya terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas sarana transportasi yang mengakibatkan lambannya pendistribusian bantuan kepada korban terdampak bencana. Bantuan Logistik sangat diperlukan dalam penanggulangan bencana khususnya pada saat terjadi bencana. Oleh karena itu penulis mengambil judul Skripsi tentang “Penyaluran Bantuan Logistik oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah pada Korban Banjir di Kota Makassar”. Tujuan: penelitian ini bermaksud untuk memperoleh deskripsi mengenai bagaimana penyaluran bantuan logistik di Kota Makassar. Kemudian mengetahui apa yang menjadi faktor-faktor baik pendukung dan penghambat serta upaya yang dilakukan dalam melaksanakan bantuan logisik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Deskriptif Kualitatif dengan pendekatan Induktif. Teori yang digunakan ialah Teori Efektivitas dari Duncan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Kebijakan Pemerintahan Kota Makassar mengenai bantuan logistik bencana alam sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 04 Tahun 2009 secara faktual dapat memberikan kontribusi yang berarti kepada korban yang terkena bencana alam, baik yang mengalami bencana banjir maupun bencana lainnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menyalurkan bantuan logistik masih mempunyai beberapa hambatan seperti keterbatasan anggaran yang dimilki BPBD yang membuat penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat sendiri menjadi terbatas, dan BPBD masih kurang optimal dalam berkoordinasi dengan Dinas terkait. Kesimpulan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penyaluran bantuan logistik terhadap korban bencana banjir di Kota Makassar masih belum optimal. Efektivitas penyaluran bantuan logistik secara implementatif kurang optimal, karena secara aplikatif masih dihadapkan pada beberapa permasalah, salah satunya keterbatasan sumber daya manusia dan sarana penyaluran logistik, sehingga penyaluran bantuan mengalami keterlambatan</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
