<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195271</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260413022126</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000416</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">UPAYA PENINGKATAN LITERASI DIGITAL MASYARAKAT DI KABUPATEN TEBO :</subfield>
      <subfield code="b">Studi di Kecamatan Rimbo Bujang /</subfield>
      <subfield code="c">Ferdhy Adithia Alviyando</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ferdhy Adithia Alviyando</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15788</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">370.159 815 32</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">370.159 815 32 FER u</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pendidikan Masyarakat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Literasi digital merupakan suatu bentuk kemampuan untuk mendapatkan, memahami dan menggunakan informasi yang berasal dari berbagai sumber dalam bentuk digital. Literasi digital sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ledakan informasi yang terus meningkat di dalam sumber digital, tak terkecuali dengan guru yang mengharuskan untuk selalu bersinggungan dengan perkembangan generasi centennials sebagai salah satu peserta didik perlu membekali diri dalam penguasaan literasi digital guna memenuhi tanggung jawab dalam sistem belajar mengajar. TujuanPenelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui upaya peningkatan literasi digital masyarakat Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo berdasar teori steve wheeler (2012) yang memiliki Sembilan dimensi yaitu social networking, transliteracy, maintaining privacy, managing digital identity, creating content,organizing and sharing content, reusing/repurposing content,filtering and selecting content, dan yang terakhir selfbroadcasting. Metode: Pendekatan penelitian merupakan keseluruhan metode atau kegiatan pada penelitian yang di awali dari merumuskan masalah hingga mencapai suatu kesimpulan. Didalam penelitian ini digunakan sebuah penelitian berjenis deksriptif kualitatif yang mempunyai arti penelitian ini mendeskripsikan data data dalam bentuk tulisan, yang dimmakusdkan untuk menguraikan masalah yang diperoleh melalui data yang ada di lapangan. Metode penelitian harus di sesuaikan dengan situasi dan kondisi lokasi penelitian yaitu di Kabupaten Tebo dinas kominfo, lalu metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta analisis data menggunakan pendekatan induktif. Karena dalam penelitian ini penulis lebih berfokus untuk menggambarkan atau mendeskripsikan peristiwa yang terjadi di lapangan secara sistematis, logis dan obyektif, maka harus mampu memahami setiap fakta-fakta yang terjadi secara serta memecahkan permasalahan yang ada menggunakan metode ilmiah. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menggunakan teori steve wheeler (2012) menunjukan bahwa tingkat literasi digital sudah cukup baik di kecamatan rimbo bujang serta berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah kabupaten Tebo dalam upaya peningkatan literasi digital di kabupaten Tebo. Kesimpulan: Berdasarkan analisis tingkat literasi di Kabupaten Tebo, terdapat hambatan dalam pemanfaatan media sosial sebagai alat komunikasi karena keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap teknologi informasi dan komunikasi. Meskipun masyarakat di Kabupaten Tebo sudah memiliki akses ke berbagai macam media sosial, masih banyak yang belum memanfaatkannya dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan tingkat literasi digital di Kabupaten Tebo, khususnya dalam penggunaan media sosial. Peningkatan literasi digital di Kabupaten Tebo dapat dilakukan melalui berbagai upaya, seperti memberikan pelatihan dan edukasi tentang media sosial kepada masyarakat, termasuk ASN di Kabupaten Tebo, serta dukungan dari pemerintah setempat dan lembaga-lembaga terkait dalam pengembangan literasi digital. Diharapkan dengan adanya upaya peningkatan literasi digital, masyarakat dapat lebih memanfaatkan media sosial dengan baik dan bijak dalam kehidupan sehari-hari serta pekerjaan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
