<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195286</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260413062017</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000431</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM PENANGANAN ANAK TERLANTAR DINAS SOSIAL KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PROVINSI LAMPUNG /</subfield>
      <subfield code="c">Muhammad Ceasar Aldafa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhammad Ceasar Aldafa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14755</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Nurbaiti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.759 818 42</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.759 818 42 MUH k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Layanan Terhadap Anak</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Anak memiliki kedudukan yang strategis dimata hukum yang tertuang dalam Pasal 28 B Ayat (2) Undang-Undang D 1945. Namun, tidak semua anak dapat merasakan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal dan bahkan harus terjun kejalanan untuk menghidupinya. Tujuan: Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mengetahui kinerja Pegawai Negeri Sipil Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah dalam penanganan anak terlantar, mengetahui apa saja yang menjadi hambatan dalam penanganan anak terlantar dan upaya yang dilakukan oleh Dinas Sosial dalam mengatasi hambatan yang terjadi. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif, teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi dan wawancara yang kemudian datanya dianalisis dengan teknik miles and hubberman yaitu reduksi, penyajian dan penggambaran kesimpulan dan verifikasi data. Hasil/Temuan: Hasil penelitian, diketahui bahwa Pegawai Negeri Sipil di Dinas Sosial dalam penanganan anak terlantar memiliki kuantitas kerja yang telah direncanakan berdasarkan kemampuan, kualitas kerja yang memuaskan, pengetahuan tentang pekerjaan yang mencukupi, mau bekerjasama dengan pihak lainnya, kedisiplinan kehadiran yang tinggi dan dapat dipercaya dalam pekerjaan, dengan kualitas masing-masing PNS yang bagus dan baik namun tidak adanya inisiatif inovasi penanganan anak terlantar. Terdapat hambatan berupa waktu, SDM dan anggaran. Dinsos melakukan upaya dengan menjalin kerjasama dengan Satpol PP. Kesimpulan: Kinerja Pegawai Negeri Sipil dalam penanganan anak terlantar di Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah berdasarkan Teori Bernadin Russell tentang Kinerja aparatur yang terdiri dari tujuh aspek didapati bahwa kuantitas kerja Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah terdiri dari lima kegiatan di dua bidang dengan kualitas kerja yang mencapai 100% dalam penanganan anak terlantar. Sedangkan untuk kualitas PNS memiliki pengetahuan yang mencukupi terkait dengan tupoksi dan anak terlantar dengan kedisiplinan kehadiran kerja serta mau bekerja sama namun belum ada inovasi terkait penanganan anak terlantar.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
