<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195295</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260413075018</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000440</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Ardhia Yunita Widyastuti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ardhia Yunita Widyastuti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15202</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muchlis Hamdi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 359 838 31</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 359 838 31 ARD i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penanggulangan Bencana Banjir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Pernasalahan/Latar Belakang (GAP): kurangnya pemahaman masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir dan tanggap darurat, serta minimnya masyarakat dalam pemanfaatan kelurahan tanggap darurat. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung implementasi penanggulangan bencana banjir tersebut serta upaya yang sudah dilakukan dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,observasi, dan studi dokumen. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Metode: analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Penelitian menunjukkan bahwa belum optimalnya implementasi ini disebabkan oleh yang mendukung maupun yang menghambat. Faktor pendukung berupa Adanya organisasi baru dan tugas baru mencakup jumlah keseluruhan pegawai dan sesuai dengan tupoksi, pendapatan dan belanja anggaran yang cukup, SOP yang berjalan dengan baik, tersedianya alat pendeteksi yang memadai. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat merupakan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap tanggap bencana, kurangnya pemahaman masyarakat tentang rehabilitasi bangunan akibat bencana banjir, kurangnya sosialisasi dari pihak BPBD kepada masyarakat, belum maksimalnya pemahaman masyarakat dalam tugas kelurahan tanggap bencana kurangnya sarana dan prasana yang disiapkan, kurang pemahaman masyarakat tentang 3R. Kesimpulan: Implementasi kebijakan penaggulangan bencana banjir di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur belum berjalan dengan baik maka dari itu pihak BPBD perlu mengadakan sosialisasi, pelatihan tanggap bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur, mengembangkan kelurahan tanggap bencana, dan memaksimalkan tugas kelurahan tanggap bencana dalam pelaksanaan evakuasi warga yang terdampak bencana banjir lebih optimal.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
