<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195311</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260414124719</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000456</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PEMBERDAYAAN PERAJIN BATIK MELALUI PEMBINAAN DAN PENDAMPINGAN OLEH DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN UKM KOTA JAYAPURA PROVINSI PAPUA /</subfield>
      <subfield code="c">Anggi Alfahdi Leko</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Anggi Alfahdi Leko</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13319</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Abdul Halim</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.642 598 81</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.642 598 81 ANG p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Perajin batik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Penulis berfokus pada permasalahan yang terjadi pada perajin Batik di kota Jayapura dimana perajin batik di Kota Jayapura belum diberdayakan secara maksimal yang ditandai dengan para perajin batik yang masih kesulitan dalam mendapatkan bahan baku untuk membatik, Permodalan yang dirasa belum mencukupi dalam melakukan usaha kerajinan batik terutama pada pemberian dana untuk melengkapi berbagai kebutuhan dalam memproduksi Batik serta Sumber Daya Manusia yang terbatas menjadikan pengembangan Usaha kerajinan Batik Papua menjadi terhambat. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan perajin batik melalui pembinaan dan pendampingan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM kota Jayapura serta untuk mengetahui faktor penghambat dan upaya yang dilakukan dalam proses pemberdayaan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif serta menggunakan teori Pemberdayaan masyarakat dari Mardikanto dan Soebiato. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, Wawancara serta Dokumentasi. Hasil/Temuan : Temuan yang diperoleh peneliti dalam Penelitian ini yaitu Pemberdayaan terhadap Perajin batik sudah terlaksana dengan baik. Namun dalam pelaksanaannya masih ada hambatan-hambatan yang terjadi yaitu Bahan baku yang sulit didapatkan, Permodalan yang belum cukup serta kemampuan SDM yang terbatas. Oleh karena itu, Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut yaitu dengan melakukan pembinaan dan pendampingan secara rutin dan intens, Optimalisasi pengadaan sarana dan Prasarana serta pembentukan fasilitator di lapangan.Kesimpulan: Pelaksanaan Pemberdayaan Perajin Batik Melalui Pembinaan dan Pendampingan sejauh ini sudah berjalan dengan baik ditandai dengan adanya kegiatan-kegiatan dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM yang memberikan Edukasi, Pembinaan, Pendampingan serta Pelatihan-pelatihan terhadap Kelompok perajin batik agar mereka dapat memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang baik dalam membuat suatu kerajinan batik yang berkualitas sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Walaupun pemberdayaan perajin batik di kota Jayapura sudah berjalan dengan baik, namun masih ada beberapa faktor penghambat yang harus diperhatikan dan segera diatasi agar proses pemberdayaan dapat terus terlaksana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun pemerintah.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
