<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195327</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260414085107</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000472</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PARTISIPASI POLITIK GENERASI MILENIAL PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH /</subfield>
      <subfield code="c">Jiwan Artanti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Jiwan Artanti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15193</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Lilis Sholihah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">324.959 826 61</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">324.959 826 61 JIW p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pemilihan Kepala daerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Partisipasi politik di Kabupaten Kudus dikatakan tinggi yaitu 84,25% melampaui target yang telah ditetapkan oleh KPU RI yaitu 77,5%. Penduduk Kabupaten Kudus berjumlah 850 ribu jiwa dengan komposisi penduduk paling banyak berasal dari generasi milenial yaitu kelahiran 1982-2002. Permasalahan yang terjadi yaitu angka partisipasi politik yang tinggi namun keterlibatan kaum milenial pada kegiatan politik (pemberian suara atau voting, diskusi politik, dan kampanye) sebagai agen perubahan terutama mahasiswa dan pelajar masih rendah. Tujuan: untuk mengetahui dan menganalisis partisipasi politik generasi milenial di Kabupaten Kudus pada Pilkada Tahun 2018 serta upaya yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam meningkatkan kesadaran partisipasi politik generasi milenial di Kabupaten Kudus. Metode: penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan yang bersifat deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun langkah-langkah analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil/temuan: berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh penulis mengungkapkan bahwa keterlibatan milenial sebagai pelajar atau mahasiswa dalam kegiatan politik hanya pada pemberian suara atau voting sedangkan untuk kegiatan politik lainnya yakni diskusi politik (partai politik, ormas) dan kampanye masih belum dilakukan. Kesimpulan: berdasarkan analisis yang penulis lakukan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kudus telah melaksanakan program pendidikan politik dengan baik namun belum maksimal disebabkan kurangnya kesadaran bagi kaum pelajar dan mahasiswa untuk berperan aktif dalam kegiatan politik kecuali pada pesta demokrasi.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
