<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195334</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260414090228</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000479</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PEMBERDAYAAN PETANI SALAK MELALUI INDUSTRI KREATIF AGROWISATA DI DESA SIBETAN KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM PROVINSI BALI OLEH DINAS PERTANIAN, PANGAN DAN PERIKANAN /</subfield>
      <subfield code="c">Made Mertha Abdiutama</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Made Mertha Abdiutama</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14431</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Jojo Juhaeni</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">307.159 862 42</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">307.159 862 42 MAD p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pemberdayaan Masyarakat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salak menjadi salah satu komoditas unggulan (basis) bagi Kabupaten Karangasem, khususnya di Desa Sibetan. Namun, pada saat waktu panen raya tiba di desa ini, harga salak selalu turun drastis yang menyebabkan petani salak mengalami kerugian sehingga diperlukan upaya dalam pemberdayaan secara terpadu mulai dari proses panen, pengolahan, hingga pemasaran produk salak. Tujuan: Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan pemberdayaan petani salak melalui industri kreatif agrowisata secara terpadu yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, faktor penghambat serta upaya untuk mengatasi dan mengoptimalkannya. Metode: Penulisan ini menggunakan desain penulisan kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penulisan yang dianalisis oleh penulis menggunakan teori Totok Mardikanto dengan empat dimensi diantaranya bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan. Pemberdayaan petani salak melalui industri kreatif agrowisata oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem telah dilaksanakan namun belum berjalan dengan maksimal karena terdapat beberapa hambatan meliputi kendala dalam pemasaran, kurangnya kualitas sumber daya manusia serta kurangnya di bidang permodalan. Kesimpulan: Untuk mengatasi hambatan tersebut, disarankan untuk mengoptimalkan program agrowisata terpadu melalui peningkatan kualitas sumber daya aparatur dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem, khususnya bagi para penyuluh pertanian yang memberikan materi pemberdayaan secara langsung kepada petani salak dengan bekerja sama dengan pemerintah desa dan memanfaatkan teknologi informasi serta mengoptimalkan pelaksanaan kebijaka pemerintah daerah Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 dengan menambah fasilitasi ikon patung salak terbesar di Desa Sibetan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
