<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195335</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260414090610</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000480</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">EFEKTIVITAS MITIGASI BENCANA BANJIR OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DI KABUPATEN NABIRE PROVINSI PAPUA TENGAH</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ismi Triwidya Andi Mustafa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14281</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Amin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">627.459 881 12</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">627.459 881 12 ISM e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penanggulangan Bencana Banjir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Nabire memiliki curah hujan yang tinggi sehingga potensi banjir yang terjadi di wilayah Nabire juga sangat tinggi. Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nabire yang di singkat BPBD, sebagai badan Non Departemen dengan tujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat Kabupaten Nabire dalam menanggulangi bencana banjir dengan melakukan mitigasi bencana serta memperbaiki penataan ruang. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganilisis bagaimana Efektivitas Mitigasi Bencana Banjir oleh BPBD Kabupaten Nabire. Metode: Metode yang digunakan berupa deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Pengumpulan data di lapangan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian dilakukan keabsahaan data yang diperoleh dengan triangulasi serta menggunakan teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data berupa teks naratif yang selanjutnya dapat ditarik kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil dan pembahasan penelitian memperlihatkan pelaksanaan mitigasi bencana banjir oleh BPBD Kabupaten Nabire berdasarkan 5 indikator teori efektivitas dari Sondang P. Siagian yakni sumber daya, dana, sarana dan prasarana, kualitas dan kuantitas, serta waktu. Pada indikator sumber daya yang dimiliki oleh BPBD Kabupaten Nabire masih sangat sedikit, tidak sebanding dengan rentannya bencana banjir yang terjadi. Untuk indikator dana masih minim namun sudah dikelola dengan baik. Sarana dan Prasaran yang dimiliki BPBD Kabupaten Nabire juga masih sangat terbatas. Kuantitas pada BPBD Kabupaten Nabire masih sangat sedikit yakni 15 namun kualitasnya sudah cukup baik. Untuk ketepatan waktu juga masih tergolong lambat dan belum efektif. Kesimpulan: Kesimpulan pelaksanaan mitigasi bencana banjir oleh BPBD Kabupaten Nabire belum bisa dikatakan efektif karena belum mampu memenuhi indikator yang ada pada teori Efektivitas yang digunakan serta masih terdapat kendala yang mesti dituntaskan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
