<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195338</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260414091011</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000483</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI PROGRAM BADAN USAHA MILIK DESA DI 6 DESA KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /</subfield>
      <subfield code="c">Shafira Fajrin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Shafira Fajrin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">8</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14244</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Soenarko</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.642 598 361 2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.642 598 361 2 SHA i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Usaha Kecil dan Menengah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Desa mandiri memerlukan sumber pendapatan yang berasal dari desa itu sendiri, dalam rangka pemenuhan kebutuhan sesuai dengan potensi dan juga kemampuan yang dimiliki. Adapun penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya BUMDes yang belum terbentuk pada 6 desa di Kabupaten Tanah Laut, hal ini masih sangat perlu dilakukan pembinaan yang konsisten agar BUMDes pada 6 desa tersebut dapat terbentuk dan berkembang secara signifikan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Program Badan Usaha Milik Desa di 6 Desa Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan yang ditinjau dari komunikasi, sumberdaya, dan disposisi. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualiatif. dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: hasil penelitian ini disimpulkan bahwa program BUMDes pada 6 desa di Kabupaten Tanah Laut belum dapat diimplementasikan dengan optimal dikarenakan ada beberapa faktor penghambat seperti 2 kurangnya kualitas sumber daya manusia, pola fikir dan kesadaran masayarakat tentang BUMDes serta ketidaktahuan masyarakat mengenai potensi yang dapat dikelola sebagai badan usaha milik desa. Kesimpulan: Implementasi Program Badan Usaha Milik Desa Di 6 Desa Kabupaten Tanah Laut belum dapat berjalan dengan optimal atau belum berjalan sesuai dengan apa yang tertulis di Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 karena masih ada 6 Desa Di Kabupaten Tanah Laut yang masih belum memiliki Badan Usaha Milik Desa. Hal itu disebabkan oleh pola berfikir masyarakat serta sumber daya manusia yang belum professional.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
