<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195342</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260414092013</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000487</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">DETEKSI DAN CEGAH DINI DALAM PENCEGAHAN KONFLIK SOSIAL BERBASIS AGAMA OLEH BAKESBANGPOL KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">Novita Lestari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Novita Lestari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">18 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22403</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Lalu Satria Utama</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">303.695 986 51</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">303.695 986 51 NOV d</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penyelesaian konflik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penanganan konflik sosial berbasis agama merupakan bagian dari upaya negara dalam menjaga stabilitas nasional, persatuan, serta ketertiban masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kewenangan untuk melakukan deteksi dan pencegahan dini juga dilimpahkan kepada pemerintah daerah melalui perangkat kelembagaan seperti Bakesbangpol. Bakesbangpol berperan penting dalam mendeteksi dan mencegah dini konflik sosial berbasis agama melalui koordinasi lintas sektor, pengutan FKDM, serta pemetaan wilayah rawan konflik terutama di Kabupaten Lombok Timur yang merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi konflik sosial berbasis agama karena penyebaran aliran Ahmadiyah (aliran sesat). Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya deteksi dini dalam pencegahan konflik sosial berbasis agama serta hambatan yang dihadapi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lombok Timur. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan deteksi dan cegah dini dalam mencegah konflik sosial berbasis agama oleh Bakesbangpol Kabupaten Lombok Timur dilaksanakan melalui pemenuhan indikator pada dimensi peringatan dini dan respon cepat yang dilakukan dalam pelaksanaan deteksi dan cegah dini di daerah, namun terdapat faktor penghambat pada objek penelitian yaitu terbatasnya kemampuan intelijen, rendahnya kualitas SDM, dan kepedulian serta partisipasi masyarakat yang masih rendah terhadap upaya pencegahan konflik sosial berbasis agama. Kesimpulan: Pelaksanaan deteksi dan cegah dini Bakesbangpol Kabupaten Lombok Timur belum optimal pada dimensi peringatan dini sedangkan dimensi respon cepat telah dilaksanakan dengan cukup baik. Efektivitas kegiatan tersebut mengalami kendala seperti kurangnya pengetahuan tentang intelijen dan bagi anggota dan tidak adanya jadwal patroli dan pemantauan. Peneliti merekomendasikan pelatihan intelijen bagi anggota, pelaksanaan patroli rutin, serta sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan konflik sosial berbasis agama.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
