<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195389</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260414122157</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000534</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI PENGURANGAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">Nindy Pratiwi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Nindy Pratiwi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13010</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muslim A.P.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 559 824</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 559 824 NIN s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">penangulangan bencana longsor</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Bogor menjadi salah satu kabupaten yang memiliki indeks risiko tinggi terhadap ancaman tanah longsor. Kabupaten Bogor menempati posisi ke-19 dari 26 kabupaten/kota di Jawa Barat. Kerentanan tanah dengan ciri batuan dan tanah yang lapuk sehingga mudah tergerus jika air meresap secara terus-menerus membuat Kabupaten Bogor rentan akan terjadinya tanah longsor. Tujuan: Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui strategi dari BPBD Kabupaten Bogor dalam pengurangan risiko 2 bencana tanah longsor serta mengetahui faktor penghambat BPBD dalam pengurangan risiko bencana tanah longsor. Metode: Penulis menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Sumber data penelitian diperoleh melalui data primer yaitu wawancara dengan ASN BPBD Kabupaten Bogor, observasi kegiatan dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari dokumen yang telah disahkan atau dipublikasikan yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian diperoleh melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang dipadukan dengan analisis SWOT. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian, bahwa strategi BPBD dalam pengurangan risiko bencana tanah longsor sudah baik. Hal ini didukung oleh dana APBD Kabupaten Bogor, sistem kerja yang baik dan sarana dan prasarana yang memadai. Faktor yang menghambat dalam upaya pengurangan risiko tanah longsor ialah luas wilayah, terbatasnya sumber daya aparatur dan masih banyak oknum yang membangun bangunan tidak sesuai dengan aturan. Kesimpulan: Tingkat risiko bencana tanah longsor dipengaruhi oleh tingkat bahaya, kerentanan dan kapasitas. Kapasitas harus dimaksimalkan agar penurunan tingkat risiko bencana tanah longsor bisa teratasi dengan baik.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
