<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195392</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260414011703</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000537</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Efektivitas Penanggulangan Bencana Kebakaran Permukiman Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan /</subfield>
      <subfield code="c">Manurung, Marshela</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Manurung, Marshela</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13158</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ida Yunari Ristiani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.375 983 6</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.375 983 6 MAN e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">penangulangan bencana kebakaran</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Banyaknya penduduk Kota Banjarmasin yang memiliki kawasan rumah yang saling berdekatan atau bisa disebut daerah permukiman membuat resiko kebakaran permukiman semakin tinggi. Bencana kebakaran permukiman memberikan kerugian terhadap masyarakat, oleh sebab itu Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarmasin perlu memperhatikan penanggulangan bencana kebakaran permukiman agar bisa berjalan secara efektif. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas penanggulangan bencana kebakaran permukiman oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarmasin serta mengetahui faktor yang menghambat efektivitas penanggulangan bencana kebakaran permukiman Kota Banjarmasin. 2 Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi dan dokumen-dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Analisis penanggulangan bencana kebakaran permukiman di Kota Banjarmasin menggunakan teori Richard M. Steers dalam pengukuran efektifitas yaitu Pencapaian Tujuan, Integrasi dan Adaptasi. Hasil/Temuan: Penelitian ini menunjukkan bahwa penanggulangan bencana kebakaran permukiman oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan dalam pencapaian tujuan sudah cukup efektif adanya hambatan yang terjadi yaitu pada proses pemadaman bencana kebakaran permukiman seperti lokasi bencana kebakaran permukiman yang padat lalu lintas dengan akses jalan yang sulit. Integrasi yang dilakukan sudah efektif. Adaptasi untuk menunjang optimalnya pemadaman dan penyelamatan kebakaran permukiman masih belum efektif penyebabnya adalah belum mampu memperlengkapi sarana dan prasarana yang memadai karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarmasin. Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa efektivitas penanggulangan bencana kebakaran dalam menanggulangi bencana kebakaran di Kota Banjarmasin belum dilakukan secara efektif karena masih ada beberapa hambatan yang belum dapat diatasi DPKP Kota Banjarmasin dengan baik.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
