<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195438</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260415090853</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000583</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">EFEKTIVITAS WEBSITE PORTAL PEMERINTAH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT SEBAGAI MEDIA INFORMASI PUBLIK /</subfield>
      <subfield code="c">Yumna Nirmala</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Yumna Nirmala</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">19 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22941</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Murdiyana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.459 813</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.459 813 YUM e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Administrasi pemerintahan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan dalam pemanfaatan website portal Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai media informasi publik. Beberapa kesenjangan yang berhasil diidentifikasi dalam penelitian ini antara lain belum optimalnya pengelolaan website oleh pemerintah daerah, minimnya partisipasi masyarakat dalam mengakses website, tidak meratanya jangkauan akses internet di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kurangnya sosialisasi dan promosi website pemerintah kepada masyarakat, Kesenjangan ini menunjukkan bahwa meskipun website telah tersedia, perannya sebagai media informasi publik belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk menilai sejauh mana efektivitas website tersebut dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan temuan di lapangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas website portal Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai media informasi publik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi menggunakan Konsep Efektivitas Website dari (Aprilia et al., 2014).Analisis data dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak NVivo 12 Plus untuk mengetahui dominasi tema dan frekuensi kata kunci dalam data. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas website belum sepenuhnya optimal jika dilihat dari enam dimensi. (1) Peran website sudah cukup sebagai wadah penyampaian informasi, namun belum sepenuhnya mampu menjangkau semua kebutuhan informasi masyarakat. (2) Peran pemerintah dalam pengelolaan masih terbatas karena kurangnya sumber daya manusia dan minimnya pelatihan. (3) Konten informasi cenderung belum lengkap, kurang menarik, dan belum diperbarui secara berkala. (4) Jangkauan akses terbatas karena belum meratanya jaringan internet di beberapa wilayah. (5) Interaksi antara pemerintah dan masyarakat melalui website masih minim karena tidak tersedianya fitur umpan balik atau komunikasi dua arah. (6) Tujuan dari penyediaan website sebagai media keterbukaan informasi publik belum sepenuhnya tercapai karena partisipasi masyarakat dalam mengaksesnya masih rendah. Kesimpulan: Website portal Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki potensi sebagai media informasi publik yang efektif, karena telah menyediakan berbagai layanan dan informasi pemerintahan secara daring. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat hambatan seperti kendala teknis, pembaruan konten yang tidak konsisten, serta keterbatasan akses internet di beberapa wilayah. Selain itu, rendahnya pemanfaatan website oleh masyarakat menunjukkan perlunya peningkatan dalam hal pengelolaan, sosialisasi, dan optimalisasi konten. Oleh karena itu, agar website benar-benar efektif sebagai sarana keterbukaan informasi publik, perlu adanya komitmen yang kuat dari pengelola untuk memperbaiki infrastruktur, memperbarui informasi secara berkala, dan meningkatkan literasi digital masyarakat.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
