<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195440</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260415091722</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000585</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">RESTRUKTURISASI PERANGKAT DAERAH DALAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH :</subfield>
      <subfield code="b">STUDI KASUS RESTRUKTURISASI BAPPEDA MENJADI BAPPERIDA KOTA BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG /</subfield>
      <subfield code="c">Dhiya Ulhaq Jayanti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dhiya Ulhaq Jayanti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23522</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Suripto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.598 18</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.598 18 DHI r</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Administrasi pemerintahan daerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini berfokus pada dua masalah utama pada proses restrukturisasi organisasi perangkat daerah dalam percepatan pembangunan daerah, khususnya transformasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) di Kota Bandar Lampung yakni pada keterbatasan anggaran dan kapasitas sumber daya manusia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses restrukturisasi BAPPEDA menjadi BAPPERIDA dan dampaknya terhadap percepatan pembangunan daerah. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa restrukturisasi mencakup tiga aspek utama: struktur organisasi, teknologi, dan sumber daya manusia. Secara struktural, dilakukan penambahan Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis inovasi. Secara teknologi, BAPPERIDA mengadopsi sistem berbasis digital untuk mendukung perencanaan berbasis bukti. Dari aspek sumber daya manusia, dilakukan pengembangan kompetensi pegawai tanpa adanya perubahan jumlah pegawai. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan anggaran, jumlah SDM yang kurang memadai, serta penyesuaian regulasi baru. Namun, faktor pendukung seperti kompetensi pegawai, budaya kerja yang adaptif, dan infrastruktur teknologi yang memadai menjadi elemen penting dalam keberhasilan restrukturisasi. Kesimpulan: Restrukturisasi ini meningkatkan efisiensi perencanaan pembangunan, optimalisasi pengelolaan sumber daya, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan. Penelitian merekomendasikan peningkatan kolaborasi dengan akademisi dan sektor swasta, optimalisasi teknologi digital, serta pengembangan sistem monitoring berbasis indikator kinerja untuk mendukung keberlanjutan fungsi riset dan inovasi dalam percepatan pembangunan daerah.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
