<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195485</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260417011813</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000630</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM PENGELOLAAN KEPARIWISATAAN PASCA PANDEMI COVID-19 DI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Ahmad Masda Reza Fahlevi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ahmad Masda Reza Fahlevi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13904</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Maria Ekowati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.635 982 8</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.635 982 8 AHM k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kinerja aparatur pemerintah daerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Hal yang melatarbelakangi penulisan skripsi ini adalah terkait kinerja PNS Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung yang belum maksimal pasca pandemi Covid-19. Tujuan: Disusun guna mengetahui dan menganalisis kinerja, faktor penghambat kinerja, dan upaya yang dilakukan Pegawai Negeri Sipil dalam pengelolaan kepariwisataan pasca pandemi covid-19 di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung. Didalam peneliti ini peneliti menggunakan teori kinerja yang di kemukakan oleh Kasmir (2016:208-210) yang terdiri dari 6 (enam) indikator yaitu kualitas, kuantitas, waktu, pengawasan, penekanan biaya, dan hubungan antar karyawan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan yang di wawancarai adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Kepala Sub Bagian Umum, Kepala Sub Bagian Keuangan, Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan, Kepala Bidang Pengembangan SDM Kepariwisataan, Kepala Seksi Promosi dan Kerjasama, dan Staf di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Hasil/Temuan: menunjukan bahwa kinerja Pegawai Negeri Sipil dalam pengelolaan kepariwisataan pasca pandemi covid-19 di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung berdasarkan indikator kinerja didapatkan sudah baik dalam indikator waktu, penekanan biaya, pengawasan, dan hubungan antar karywan. Namun, pada indikator kualitas dan kuantitas dirasa masih belum maksimal. Kesimpulan: Kinerja Pegawai Negeri Sipil dalam pengelolaan kepariwisataan pasca pandemi covid-19 di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur berdasarkan indikator kinerja aparatur yang ada sudah baik namun perlu ditingkatkan pada indikator kualitas dan kuantitas. Terdapat hambatan pada kinerja PNS yaitu terbatasnya kualitas dan kuantitas PNS yang ada dan keterbatasan anggaran dalam pengelolaan kepariwisataan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung. Upaya yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung adalah: (1) Meningkatkan kualitas PNS dan (2) bekerja sama dengan pihak ketiga, dalam hal ini pihak swasta, guna mengatasi keterbatasan anggaran.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
