<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195515</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260417084754</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000660</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA GUA LIANGKABORI OLEH DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF KABUPATEN MUNA /</subfield>
      <subfield code="c">La Ode Muhammad Triyogi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">La Ode Muhammad Triyogi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20230</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Murtir Jeddawi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">915.980 459 848 41</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">915.980 459 848 41 LA  p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pariwisata Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Gua Liangkabori merupakan destinasi wisata berpotensi tinggi dengan kekayaan lukisan prasejarah, namun tingkat kunjungan wisatawan masih tergolong rendah. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi wisata dengan realisasi pengembangannya, sehingga diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan daya tarik wisata. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemberdayaan Pokdarwis dalam pengembangan pariwisata Gua Liangkabori serta untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pemberdayaan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara, serta dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori pemberdayaan oleh John Friedmann dengan dimensi ekonomi, sosial, politik, budaya, lingkungan, pendidikan, dan kebudayaan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan Pokdarwis telah terlaksana namun belum optimal. Dimensi sosial, budaya, politik, dan lingkungan menunjukkan pemberdayaan yang kuat, sementara dimensi ekonomi dan pendidikan masih tergolong lemah. Faktor penghambat utama adalah kurangnya infrastruktur informasi, minimnya promosi wisata, serta rendahnya pemahaman masyarakat terhadap kepariwisataan. Kesimpulan: Pemberdayaan Pokdarwis dalam pengembangan pariwisata Gua Liangkabori berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan dan kesejahteraan masyarakat jika didukung oleh peningkatan infrastruktur, inovasi promosi, serta pendidikan dan pelatihan kepariwisataan secara berkelanjutan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
