<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195539</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260417093124</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000684</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI PENANGGULANGAN BENCANA KEKERINGAN DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL /</subfield>
      <subfield code="c">Muhammad Nafis Annafi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhammad Nafis Annafi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23194</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Petrus Polyando</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 982 73</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 982 73 MUH s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penanganan dari bencana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kekeringan di Kabupaten Gunungkidul merupakan fenomena tahunan yang disebabkan oleh faktor geografis, seperti kondisi karst dan curah hujan rendah. Kekeringan di Gunungkidul menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam aspek ketersediaan air bersih, pertanian, dan peternakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi Kabupaten Gunungkidul dalam menanggulangi bencana kekeringan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif yang menggunakan teknik triangulasi sumber data dalam pengolahan data yang didapatkan dari hasil penelitian dan penelitian ini menggunakan metode analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) untuk mengidentifikasi kekuatan, peluang, aspirasi, dan hasil yang ingin dicapai dalam penanggulangan bencana kekeringan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi kekuatan, BPBD Gunungkidul memiliki sarana dasar, data wilayah terdampak, serta koordinasi lintas OPD yang berjalan cukup baik. Pada dimensi peluang, terdapat dukungan dari sektor swasta melalui CSR, kolaborasi akademisi, dan keterlibatan masyarakat dalam SPAM berbasis komunitas. Dimensi aspirasi mencerminkan kebutuhan peningkatan jumlah dan kapasitas SDM serta tambahan anggaran penanggulangan. Sementara pada dimensi hasil, BPBD menargetkan menurunnya permintaan dropping air dan meningkatnya pemanfaatan sumber air lokal. Strategi teknis yang diterapkan BPBD meliputi pembangunan sumur bor dangkal berbasis komunitas di wilayah yang belum terjangkau PDAM sebagai solusi adaptif dan berkelanjutan terhadap kekeringan di Gunungkidul. Kesimpulan: Peneliti menyimpulkan bahwa strategi yang dapat dilakukan BPBD untuk menanggulangi bencana kekeringan adalah berkoordinasi antar-OPD yang dapat mendukung penanggulangan kekeringan dengan mengoptimalisasi pemanfaatan sumber daya alam, serta mengedukasi masyarakat untuk menanggulangi yang lebih holistik dan berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan dampak bencana kekeringan di Kabupaten Gunungkidul dapat diminimalisir secara signifikan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
