<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195552</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260417094326</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000697</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">OPTIMALISASI PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN MELALUI APLIKASI SLAWE DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA BENGKULU /</subfield>
      <subfield code="c">Desy Rosalinda Sari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Desy Rosalinda Sari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14703</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Layla Kurniawati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.535 981 731</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.535 981 731 DES o</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Administrasi Kependudukan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kota Bengkulu berusaha meningkatkan layanan administrasi kependudukan kepada publik dengan menghadirkan Aplikasi Slawe pelayanan terintegrasi. Aplikasi Slawe dalam meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan sudah berjalan cukup baik namun belum optimal. Beberapa hal yang yang belum optimal dalam penerapan aplikasi slawe diantaranya aplikasi yang hanya berjalan atau beroperasi hanya pada waktu jam kerja lalu masih kurangnya partisipasi masyarakat dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang susah dalam melaksankan prosedur pengunaan aplikasi. Tujuan: Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana optimalisasi Aplikasi Slawe dalam meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan, dan apa saja yang menjadi faktor penghambat optimalisasi sebagai wujud penerapan teknologi pelayanan administrasi di era revolusi industri 4.0. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan induktif dengan metode penelitian kualitatif-deskriptif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Penulis menemukan kekurangan dari pelyanan publik berupa administrasi kependudukan di Kota Bengkulu masih terciptanya kata maksimal. Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini peneliti menemukan perlu adanya upaya yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam mengatasi persoalan mengenai waktu operasional aplikasi dan peningatan partisipasi oleh masyarakat tersebut. Seperti melakukan sosialisasi rutin dan merata kepada masyarakat, peningkatan infrastruktur dan perangkat IT, dan melakukan penambahan inovasi dan pembaruan pada Aplikasi Slawe dengan menambahkan fitur virtual office assistant yang dapat melayani dan memberikan informasi mengenai layanan admin induk kepada masyarakat secara real time.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
