<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195584</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260417105223</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000729</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA DALAM MENANGANI KASUS PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK DI KABUPATEN BATANG PROVINSI JAWA TENGAH /</subfield>
      <subfield code="c">Ryan Akbar Maulana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ryan Akbar Maulana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">8</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19745</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Adam Ismail</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.765 982 63</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.765 982 63 RYA s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">pelecehan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Batang adalah kabupaten yang berada di Jawa Tengah dengan angka kasus pelecehan seksual pada anak yang cukup tinggi. Selama 3 tahun terakhir terjadi secara terus menerus dengan jumlah korban yang tidak sedikit. Hal tersebut memberikan dampak negatif bagi anak-anak sehingga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah khususnya DP3AP2KB untuk menangani hal tersebut. Oleh karena itu penulis akan menganalisis strategi yang dilakukan oleh DP3AP2KB, faktor penghambatnya untuk meningkatkan serta merumuskan strategi pemerintah daerah dalam menangani kasus pelecehan seksual pada anak di Kabupaten Batang. Tujuan: mengetahui penanganan kasus pelecehan seksual pada anak, kendala dalam penanganan kasus pelecehan seksual pada anak, serta untuk merumuskan strategi baru yang dapat dimanfaatkan oleh DP3AP2KB Kabupaten Batang. Metode: Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan induktif dengan menggunakan Teori manajemen strategi oleh Wheleen dan Hunger. Hasil/Temuan: Penanganan kasus pelecehan seksual pada anak yang dilakukan oleh DP3AP2KB di Kabupaten Batang dengan cara membentuk unit khusus pengaduan, memberiakan penyuluhan terhadap masyarakat serta memberikan konseling terhadap korban pelecehan sudah dirasa cukup baik, namun dalam pelaksanaannya belum dapat terealisasi secara optimal. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan penanganan kasus pelecehan seksual pada anak yang dilakukan oleh DP3AP2KB Kabupaten Batang masih belum maksimal karena keterbatasan anggaran keterbatasan SDM, dan sarana prasarana. Dari hasil penelitian diatas penulis berharap dari pihak DP3AP2KB Kabupaten Batang lebih memanfaatkan teknologi komunikasi untuk menekan kekurangan yang ada.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
