<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195586</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260417110249</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000731</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PELAKSANAAN FASE REKONSTRUKSI PASCA BENCANA BANJIR BANDANG TAHUN 2010 DI KABUPATEN TELUK WONDAMA PROVINSI PAPUA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">NICK GOGOS AYOMI</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">NICK GOGOS AYOMI</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19715</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Agus Supriadi Harahap</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.348 859 883 32</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.348 859 883 32 NIC p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">rekrontuksi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Indonesia, yang terletak di antara dua jalur tektonik utama di dunia, yaitu Cincin Api Pasifik dan Sabuk Mediterranea, sering mengalami bencana alam. Selain itu, negara ini juga memiliki curah hujan yang tinggi, berkisar antara 1.000 hingga 4.000 mm setiap tahunnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang rekonstruksi manajemen pasca Bencana banjir Bandang di kabupaten teluk Wondama dan untuk mengetahui dan menganalisis faktor penghambat penerapan rekonstruksi pasca bencana banjir bandang di kabupaten teluk Wondama serta mengetahui bagaimana tindakan komunikasi bencana alam pada pasca bencana kabupaten teluk Wondama. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Data yang dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan model Miles and Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan yang paling akhir adalah penarikan kesimpulannya. Hasil: impulannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari Sektor perumahan, dalam sektor perumahan terdapat stratergi yakni Menyusun analisis risiko bencana dalam penyusunan zonasi rentan terhadap gerakan tanah, gempa bumi, banjir dan longsor, dan dari sektor infrastruktur strategi pelaksanaan mitigasi bencana banjir bandang 2010 di Kabupaten Teluk Wondama. Kesimpulan: Saat terjadi bencana, fokus utama adalah respons cepat menggunakan Teori Tanggap Darurat, dengan penekanan pada evakuasi dan distribusi bantuan. Setelah bencana berlalu, perhatian beralih pada rekonstruksi, pembangunan infrastruktur, dan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
