<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195595</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260417113657</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000740</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PEMBERDAYAAN PELAKU USAHA MIKRO BATIK TRENGGALEK OLEH DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Thalia Intan Fandini</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Thalia Intan Fandini</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">18</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15658</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Eko Budi Santoso</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.642 598 281 4</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.642 598 281 4 THA p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Usaha Mikro</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan / Latar Belakang (GAP) : Batik Trenggalek berpotensi menjadi ikon khas daerah yang dapat menunjang perekonomian masyarakat Trenggalek sehingga penting diperhatikan bagaimana upaya Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam mengembanglkan dan memberdayakan usaha Batik Trenggalek ini. Tujuan : Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan pemberdayaaan pelaku usaha mikro Batik Trenggalek serta memaparkan kendala dalam pemberdayaan pelaku usaha mikro Batik Trenggalek. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan deduktif. Hasil / Temuan : melalui 4 dimensi pemberdayaan sesuai dengan pendapat Mardikanto menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek terhadap pelaku usaha mikro Batik Trenggalek secara garis besar sudah berjalan dengan baik. Kendala yang terdapat dalam pemberdayaan ini diantaranya adalah keterbatasan SDM, belum adanya bantuan modal, serta belum terjalinnya hubungan kerjasama dengan pihak swasta. Kesimpulan : Dengan melihat kondisi di lapangan, penulis memberikan saran diantaranya yaitu Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek memberikan tambahan waktu pelatihan dan pendampingan secara berkala kepada para pelaku usaha mikro Batik Trenggalek, memberikan pendampingan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan layanan jemput bola terhadap para pelaku usaha mikro Batik Trenggalek serta pemerintah dapat membantu para pelaku usaha mikro Batik Trenggalek dalam mencari perusahaan ataupun pihak swasta yang dapat bekerjasama baik dalam hal produksi, pemasaran, ataupun tanam modal terhadap usaha Batik Trenggalek.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
