<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195615</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260417120416</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000760</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">EVALUASI PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) DALAM PENANGANAN KAWASAN KUMUH DI KELURAHAN UJUNA KECAMATAN PALU BARAT KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH /</subfield>
      <subfield code="c">Achmad Wafi Junaedy</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Achmad Wafi Junaedy</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">18</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24271</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dyah Poespita</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.491 598 443 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.491 598 443 1 ACH e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Program kota tanpa kumuh</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kelurahan Ujuna, satu-satunya kelurahan dengan kategori kumuh sedang di Kecamatan Palu Barat yang tidak mengalami penurunan luas kawasan kumuh sejak tahun 2021 hingga 2023. Sementara itu, Program KOTAKU merupakan program nasional yang dirancang untuk mencapai target 0% kawasan kumuh dan seharusnya mampu menurunkan tingkat kekumuhan melalui perbaikan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program KOTAKU dalam penanganan kawasan kumuh di Kelurahan Ujuna, mengidentifikasi faktor penghambatnya, serta merumuskan solusi dan upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam optimalisasi pelaksanaan program. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori evaluasi kebijakan Dunn (2003) yang mencakup enam kriteria: efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil/Temuan: Penelitian ini menemukan bahwa pelaksanaan Program KOTAKU di Kelurahan Ujuna belum menunjukkan hasil yang optimal. Masih terdapat hambatan seperti kurangnya kolaborasi antar pemangku kepentingan, lemahnya pemeliharaan infrastruktur, rendahnya partisipasi masyarakat, serta keterbatasan anggaran dan koordinasi teknis. Meskipun demikian, Pemerintah Kota Palu telah melakukan beberapa upaya seperti program padat karya tunai dan rencana revitalisasi kawasan bantaran sungai, yang belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kawasan kumuh. Kesimpulan: Program KOTAKU di Kelurahan Ujuna belum berhasil mencapai target pengurangan kawasan kumuh. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan sinergi antar stakeholder, peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat, serta perbaikan sistem perencanaan dan pengawasan lintas sektor agar program berjalan lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
