<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195659</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260417125724</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000804</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA /</subfield>
      <subfield code="c">Bella Riskyanda Novandhani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Bella Riskyanda Novandhani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23014</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Irfan Setiawan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.725 983 9</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.725 983 9 BEL c</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pengelolaan sampah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Tarakan menjadi isu strategis dengan meningkatnya jumlah penduduk dan volume sampah yang tidak sebanding dengan kapasitas pengelolaan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses kolaboratif dalam pengelolaan sampah di Kota Tarakan. Metode: Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasi penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada upaya kolaboratif yang signifikan dalam Pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), TPS3R, dan inisiatif Bank Sampah telah meningkatkan partisipasi masyarakat, namun masih terdapat kendala utama seperti keterbatasan sumber daya manusia terutama terkait rendahnya tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang benar dan baik serta sarana prasarana yang kurang memadai. Sehingga masih diperlukan peningkatan komitmen dan koordinasi untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Kesimpulan: Penerapan collaborative governance dalam pengelolaan sampah di Kota Tarakan telah memberikan perubahan positif, tetapi masih memerlukan penguatan dalam aspek kelembagaan dan peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku pengelola sampah untuk mencapai sistem pengelolaan yang inklusif dan berkelanjutan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
