<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195691</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260417020012</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000836</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI PENGELOLAAN OBJEK WISATA TELAGA SARANGAN OLEH DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MAGETAN PROVINSI JAWA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Tiara Mega Vebrianti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Tiara Mega Vebrianti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14813</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Silverius Tey Seran</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.309 598 283 5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.309 598 283 5 TIA s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Manajemen Eksekutif Administrasi Negara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Telaga Sarangan merupakan telaga alamiah yang berada di Kabupaten Magetan. Berbagai macam permasalahan seperti E-ticketing, sampah, belum optimalnya pemasaran, penyediaan saran dan prasarana dan juga penataan kawasan Sarangan mengakibatkan perlunya langkah yang tepat dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan dalam pengelolaan objek wisata Telaga Sarangan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk melihat dan menganalisa strategi pengelolaan objek wisata Telaga Sarangan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur, faktor pendukung dan faktor penghambat dalam strategi pengelolaan objek wisata Telaga Sarangan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur, dan upaya mengatasi faktor penghambat dalam strategi pengelolaan objek wisata Telaga Sarangan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-induktif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Temuan utama dalam penelitian ini menunjukkan bahwa langkah strategi yang diambil Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan dalam upaya pengelolaan objek wisata Telaga Sarangan dilakukan sudah cukup baik akan tetapi dalam rangka pengelolaannya masih terdapat kendala didalamnya seperti pemasaran belum maksimal, keterbatasan anggaran sarana dan prasarana, keterbatasan kualitas dan anggaran pada sumberdaya manusia, kualitas pelayanan belum maksimal, bencana alam, penumpukan sampah di sekitar Telaga Sarangan, dan penolakan dari masyarakat. Adapun faktor pendukungnya yaitu, realisasi PAD dan jumlah kunjungan tinggi, terdapat perencanaan konsep pariwisata, kebijakan pendukung, letak geografis yang mendukung serta adanya kerjasama antar pemerintah daerah. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah strategi yang diambil Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan dalam upaya pengelolaan objek wisata Telaga Sarangan dilakukan sudah cukup baik akan tetapi dalam rangka pengelolaannya masih terdapat kendala didalamnya seperti pemasaran belum maksimal, keterbatasan anggaran sarana dan prasarana, keterbatasan kualitas dan anggaran pada sumberdaya manusia, kualitas pelayanan belum maksimal, bencana alam, penumpukan sampah di sekitar Telaga Sarangan, dan penolakan dari masyarakat.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
