<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001195780</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260505063705</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0526000008</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">DAMPAK KERUSAKAN HUTAN TERHADAP BENCANA BANJIR DI KABUPATEN TELUK WONDAMA PROVINSI PAPUA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">Ekssel Jeferson Kuri Karubuy</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ekssel Jeferson Kuri Karubuy</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15970</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">634.965 988 332</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">634.965 988 332 EKS d</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kerusakan Hutan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Hutan adalah suatu area yang terdiri dari pertumbuhanpohon-pohon yang membentuk sebuah kesatuan alam hayati bersama dengan lingkungannya, (UUNo.5 Tahun 1967). Penebangan hutan yang semakin marak dapat merusak hutan dan menyebabkanterjadinya bencana banjir karena merusak daerah resapan air dan sistem drainase yang buruk. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kerusakan hutan terhadap bencana banjirdi 2Kabupaten Teluk Wondama dan menemukan solusi terbaik dalam meminimalkan risiko bencanabanjirakibat kerusakan hutan di wilayah tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitiandeskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teoridampak dari Warallah RD Christo (2008:12) digunakan sebagai dasar teoritis dalamanalisis dampakkerusakan hutan, yang terdiri dari dua dimensi, yaitu dampak positif dan negatif. Hasil/Temuan: Hasilpenelitian menunjukkan adanya hubungan antara kerusakan hutan dan bencana banjir di KabupatenTeluk Wondama, khususnya di Kampung Windesi. Dampak negatif dari penebangan liar di kampungtersebut meningkatkan risiko banjir dengan mengurangi kemampuan hutan untuk menahanair hujandan meningkatkan aliran permukaan air. Namun, kerusakan hutan juga memiliki dampakpositif,seperti menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui aktivitaspenebangan kayu dan pengolahan hasil hutan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapatdisimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kerusakan hutan dan bencana banjir di wilayahtersebut.Untuk meminimalkan risiko bencana banjir akibat kerusakan hutan, diperlukan pengembangansistempengelolaan lahan, peningkatan partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi hutan, danrehabilitasihutan yang rusak. Oleh karena itu, beberapa saran dapat disampaikan, antara lain: peningkatanperalatan dan fasilitas penanggulangan bencana banjir oleh Badan Penanggulangan BencanaDaerah(BPBD), pendirian posko pengawasan di daerah aliran sungai untuk memberikan peringatandinikepada masyarakat mengenai bencana banjir, peningkatan jumlah posko pengamananolehDinasKehutanan untuk mengawasi hutan dan penebangan liar, serta peningkatan pelatihanmengenaipemanfaatan sumber daya alam yang baik kepada masyarakat untuk mengurangi praktikpenebanganliar dan menerapkan praktik keberlanjutan dalam memanfaatkan sumber daya alam.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
