Detail Katalog

ID: 28528
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

Rehabilitasi Pascabencana Tanah Longsor di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara / Casey Kirey Malonda

Pengarang:
Casey Kirey Malonda
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Tanah Longsor
Deskripsi Fisik:
11
Nomor Panggil:
551.302.598.425.1 CAS r
Control Number:
INLIS000000001191784
BIB ID:
0010-0126000229
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Minahasa merupakan wilayah dengan tingkat
kerawanan tanah longsor yang tinggi, dengan jumlah kejadian yang terus meningkat dari tahun ke
tahun, bahkan mencapai 139 kasus hanya dalam tujuh bulan pertama tahun 2024. Meskipun pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya rehabilitasi pascabencana, seperti perbaikan
infrastruktur dan pemberian bantuan sosial, namun pelaksanaannya belum berjalan optimal. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi lemahnya koordinasi antarinstansi terkait, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, kurangnya infrastruktur pendukung, serta belum diterapkannya pendekatan yang terpadu dan berkelanjutan dalam proses rehabilitasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan rehabilitasi pascabencana tanah longsor. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori rehabilitasi Eviany dan Sutiyo (2023), yang terdiri dari rehabilitasi infrastruktur fisik dan rehabilitasi fungsi non fisik. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan rehabilitasi pascabencana tanah longsor di Kabupaten Minahasa telah mencakup rehabilitasi infrastruktur fisik dan rehabilitasi fungsi non fisik. Namun, pelaksanaan rehabilitasi tersebut belum optimal dan masih menghadapi berbagai hambatan, di antaranya adalah kurangnya koordinasi yang efektif antar instansi terkait, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten dan infrastruktur pendukung yang memadai. Kesimpulan: Rehabilitasi pascabencana tanah longsor di Kabupaten Minahasa sudah terlaksana namun belum sepenuhnya optimal. Guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan rehabilitasi pascabencana, disarankan untuk meningkatkan koordinasi antar instansi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan mengoptimalkan peran perangkat daerah terkait
Kata Kunci : Rehabilitasi Pascabencana, Bencana, Manajemen Bencana
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00009/IPDN/2026 Baca di tempat Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 12 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001191784 1
005 _ _ 20260113101234 2
035 # # $a 0010-0126000229 3
245 1 # $a Rehabilitasi Pascabencana Tanah Longsor di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara /$c Casey Kirey Malonda 4
100 _ # $a Casey Kirey Malonda 5
300 # # $a 11 6
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 7
082 # # $a 551.302.598.425.1 8
084 # # $a 551.302.598.425.1 CAS r 9
650 # 4 $a Tanah Longsor 10
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Minahasa merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan tanah longsor yang tinggi, dengan jumlah kejadian yang terus meningkat dari tahun ke tahun, bahkan mencapai 139 kasus hanya dalam tujuh bulan pertama tahun 2024. Meskipun pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya rehabilitasi pascabencana, seperti perbaikan infrastruktur dan pemberian bantuan sosial, namun pelaksanaannya belum berjalan optimal. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi lemahnya koordinasi antarinstansi terkait, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, kurangnya infrastruktur pendukung, serta belum diterapkannya pendekatan yang terpadu dan berkelanjutan dalam proses rehabilitasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan rehabilitasi pascabencana tanah longsor. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori rehabilitasi Eviany dan Sutiyo (2023), yang terdiri dari rehabilitasi infrastruktur fisik dan rehabilitasi fungsi non fisik. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan rehabilitasi pascabencana tanah longsor di Kabupaten Minahasa telah mencakup rehabilitasi infrastruktur fisik dan rehabilitasi fungsi non fisik. Namun, pelaksanaan rehabilitasi tersebut belum optimal dan masih menghadapi berbagai hambatan, di antaranya adalah kurangnya koordinasi yang efektif antar instansi terkait, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten dan infrastruktur pendukung yang memadai. Kesimpulan: Rehabilitasi pascabencana tanah longsor di Kabupaten Minahasa sudah terlaksana namun belum sepenuhnya optimal. Guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan rehabilitasi pascabencana, disarankan untuk meningkatkan koordinasi antar instansi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan mengoptimalkan peran perangkat daerah terkait Kata Kunci : Rehabilitasi Pascabencana, Bencana, Manajemen Bencana 11
856 # # $a - 12
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 13 Jan 2026
Export