Detail Katalog
ID: 28538Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
Analisis Bentuk Modal Sosial Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Terpilih Pada Pemilu Legislatif 2024 di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali / Ni Made Yessika
Pengarang:
Ni Made Yessika ; Dewi Safitri
Ni Made Yessika ; Dewi Safitri
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Dewan Perwakilan
Deskripsi Fisik:
10
10
Nomor Panggil:
328.598.622.2 NI a
328.598.622.2 NI a
Control Number:
INLIS000000001191794
INLIS000000001191794
BIB ID:
0010-0126000239
0010-0126000239
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemilihan umum merupakan sarana utama dalam sistem
demokrasi untuk mewujudkan kedaulatan rakyat melalui pemilihan wakil-wakilnya di lembaga
legislatif. Dalam Pemilu Legislatif Tahun 2024 di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, sebagian besar anggota DPRD terpilih merupakan calon petahana yang berhasil mempertahankan kursinya. Fenomena ini menarik untuk dikaji lebih lanjut, dalam kontestasi politik para aktor/individu harus memiliki modal yang cukup besar untuk mampu bersaing dengan lawan politiknya. Tujuan: tujuan 2 dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk-bentuk modal sosial yang dimiliki oleh anggota DPRD terpilih Kabupaten Tabanan serta pemanfaatannya dalam pemilu. Metode: penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang relevan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Modal Sosial Pierre Bourdie yang terdiri dari dua dimendi yaitu habitus dan field. Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukan bahwa anggota DPRD petahana terpilih yang berhasil mempertahankan kursinya mempunyai bentuk-bentuk modal sosial yang terdiri dari, 1) Habitus caleg yang terdiri dari kebiasaan, penampilan dan pembawaan diri di tengah masyarakat, 2) Jaringan sosial atau kelompok sosial yang dimiliki para aktor dianatranya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Persatuan Angkat Berat, Bina Raga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI), Sekha Gong, Sekha Teruna, 3) Interaksi sosial antara caleg dengan para pendukungnya. Kesimpulan: Semua bentuk tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh anggota DPRD terpilih untuk menarik dan mendapatkan dukungan masyarakat Tabanan.
Kata Kunci: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Modal sosial, Pemilihan umum legislatif
demokrasi untuk mewujudkan kedaulatan rakyat melalui pemilihan wakil-wakilnya di lembaga
legislatif. Dalam Pemilu Legislatif Tahun 2024 di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, sebagian besar anggota DPRD terpilih merupakan calon petahana yang berhasil mempertahankan kursinya. Fenomena ini menarik untuk dikaji lebih lanjut, dalam kontestasi politik para aktor/individu harus memiliki modal yang cukup besar untuk mampu bersaing dengan lawan politiknya. Tujuan: tujuan 2 dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk-bentuk modal sosial yang dimiliki oleh anggota DPRD terpilih Kabupaten Tabanan serta pemanfaatannya dalam pemilu. Metode: penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang relevan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Modal Sosial Pierre Bourdie yang terdiri dari dua dimendi yaitu habitus dan field. Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukan bahwa anggota DPRD petahana terpilih yang berhasil mempertahankan kursinya mempunyai bentuk-bentuk modal sosial yang terdiri dari, 1) Habitus caleg yang terdiri dari kebiasaan, penampilan dan pembawaan diri di tengah masyarakat, 2) Jaringan sosial atau kelompok sosial yang dimiliki para aktor dianatranya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Persatuan Angkat Berat, Bina Raga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI), Sekha Gong, Sekha Teruna, 3) Interaksi sosial antara caleg dengan para pendukungnya. Kesimpulan: Semua bentuk tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh anggota DPRD terpilih untuk menarik dan mendapatkan dukungan masyarakat Tabanan.
Kata Kunci: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Modal sosial, Pemilihan umum legislatif
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00015/IPDN/2026 |
|
Baca di tempat | Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001191794 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260113104210 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000239 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a Analisis Bentuk Modal Sosial Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Terpilih Pada Pemilu Legislatif 2024 di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali /$c Ni Made Yessika | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Ni Made Yessika | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 10 | 6 |
| 700 | _ |
# |
$a Dewi Safitri | 7 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 8 |
| 082 | # |
# |
$a 328.598.622.2 | 9 |
| 084 | # |
# |
$a 328.598.622.2 NI a | 10 |
| 650 | # |
4 |
$a Dewan Perwakilan | 11 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemilihan umum merupakan sarana utama dalam sistem demokrasi untuk mewujudkan kedaulatan rakyat melalui pemilihan wakil-wakilnya di lembaga legislatif. Dalam Pemilu Legislatif Tahun 2024 di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, sebagian besar anggota DPRD terpilih merupakan calon petahana yang berhasil mempertahankan kursinya. Fenomena ini menarik untuk dikaji lebih lanjut, dalam kontestasi politik para aktor/individu harus memiliki modal yang cukup besar untuk mampu bersaing dengan lawan politiknya. Tujuan: tujuan 2 dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk-bentuk modal sosial yang dimiliki oleh anggota DPRD terpilih Kabupaten Tabanan serta pemanfaatannya dalam pemilu. Metode: penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang relevan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Modal Sosial Pierre Bourdie yang terdiri dari dua dimendi yaitu habitus dan field. Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukan bahwa anggota DPRD petahana terpilih yang berhasil mempertahankan kursinya mempunyai bentuk-bentuk modal sosial yang terdiri dari, 1) Habitus caleg yang terdiri dari kebiasaan, penampilan dan pembawaan diri di tengah masyarakat, 2) Jaringan sosial atau kelompok sosial yang dimiliki para aktor dianatranya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Persatuan Angkat Berat, Bina Raga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI), Sekha Gong, Sekha Teruna, 3) Interaksi sosial antara caleg dengan para pendukungnya. Kesimpulan: Semua bentuk tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh anggota DPRD terpilih untuk menarik dan mendapatkan dukungan masyarakat Tabanan. Kata Kunci: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Modal sosial, Pemilihan umum legislatif | 12 |
| 856 | # |
# |
$a - | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 13 Jan 2026