Detail Katalog

ID: 28550
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

Collaborative Governance Dalam Pengelolaan Sampah di Kota Pekanbaru Provinsi Riau / Agung Daniel Situmorang

Pengarang:
Agung Daniel Situmorang
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Program Keamanan dan Keselamatan Sosial
Deskripsi Fisik:
16 : Ilus
Nomor Panggil:
363.159.814.111 AGU c
Control Number:
INLIS000000001191806
BIB ID:
0010-0126000251
Catatan
Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Pengelolaan sampah merupakan tantangan yang terus
dihadapi oleh Kota Pekanbaru setiap tahunnya. Tantangan ini didorong oleh kurangnya pengurangan dan penanganan sampah serta keterbatasan infrastruktur pengelolaan sampah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Collaborative Governance dalam pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya, serta upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor-faktor penghambat. Metode: Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2008), yang mencakup empat dimensi: kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaboratif. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Collaborative Governance dalam pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru Provinsi Riau telah berjalan sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Ansell dan Gash (2008). Namun, masih terdapat tantangan seperti kerusakan alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan timbulnya sampah di ruas jalan sehingga Upaya yang dilakukan yaitu gotong royong, mengurangi penggunaan sampah plastik, konversi sampah menjadi pakan, dan melaksanakan rekomendasi pengelolaan sampah.
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa penerapan Collaborative Governance dalam pengelolaan
sampah di Kota Pekanbaru menunjukkan adanya upaya sinergis antara pemerintah, swasta, dan
masyarakat. Namun, kolaborasi ini masih menghadapi berbagai tantangan baik dari sisi internal maupun eksternal. Secara umum, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru masih mengalami keterbatasan sumber daya dan pengetahuan, sehingga mendorong keterlibatan pihak swasta dalam proses pengangkutan sampah. Kurangnya insentif dan minimnya anggaran juga menjadi pemicu perlunya kolaborasi lintas sektor.
Kata kunci: Collaborative Governance, Pengelolaan Sampah, Pemerintahan Daerah
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00023/IPDN/2026 Baca di tempat Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 12 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001191806 1
005 _ _ 20260113111703 2
035 # # $a 0010-0126000251 3
245 1 # $a Collaborative Governance Dalam Pengelolaan Sampah di Kota Pekanbaru Provinsi Riau /$c Agung Daniel Situmorang 4
100 _ # $a Agung Daniel Situmorang 5
300 # # $a 16 : $b Ilus 6
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 7
082 # # $a 363.159.814.111 8
084 # # $a 363.159.814.111 AGU c 9
600 # 4 $a Program Keamanan dan Keselamatan Sosial 10
520 # # $a Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Pengelolaan sampah merupakan tantangan yang terus dihadapi oleh Kota Pekanbaru setiap tahunnya. Tantangan ini didorong oleh kurangnya pengurangan dan penanganan sampah serta keterbatasan infrastruktur pengelolaan sampah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Collaborative Governance dalam pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya, serta upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor-faktor penghambat. Metode: Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2008), yang mencakup empat dimensi: kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaboratif. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Collaborative Governance dalam pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru Provinsi Riau telah berjalan sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Ansell dan Gash (2008). Namun, masih terdapat tantangan seperti kerusakan alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan timbulnya sampah di ruas jalan sehingga Upaya yang dilakukan yaitu gotong royong, mengurangi penggunaan sampah plastik, konversi sampah menjadi pakan, dan melaksanakan rekomendasi pengelolaan sampah. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa penerapan Collaborative Governance dalam pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru menunjukkan adanya upaya sinergis antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Namun, kolaborasi ini masih menghadapi berbagai tantangan baik dari sisi internal maupun eksternal. Secara umum, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru masih mengalami keterbatasan sumber daya dan pengetahuan, sehingga mendorong keterlibatan pihak swasta dalam proses pengangkutan sampah. Kurangnya insentif dan minimnya anggaran juga menjadi pemicu perlunya kolaborasi lintas sektor. Kata kunci: Collaborative Governance, Pengelolaan Sampah, Pemerintahan Daerah 11
856 # # $a - 12
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name