Detail Katalog

ID: 28585
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

IMPLEMENTASI PROGRAM BEASISWA SEPULUH SARJANA PER DESA DI KABUPATEN BOJONEGORO PROVINSI JAWA TIMUR / Alfian Dwi Refandi

Pengarang:
Alfian Dwi Refandi
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Pendidikan
Deskripsi Fisik:
11 : Ilus
Nomor Panggil:
353.859 828 ALF i
Control Number:
INLIS000000001191841
BIB ID:
0010-0126000286
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bojonegoro, sedangkan APBD yang dimiliki merupakan tertinggi kedua di Jawa Timur, sehingga Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui dinas pendidikan mengeluarkan Program Beasiswa Sepuluh Sarjana per Desa untuk meningkatkan IPM melalui peningkatan kualitas pendidikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi program Beasiswa Sepuluh Sarjana per Desa bagi mahasiswa di Kabupaten Bojonegoro dan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dalam mengoptimalkan program. Metode: Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis berdasarkan teori implementasi kebijakan menurut Richard Matland dengan lima dimensi yaitu tepat kebijakan, tepat pelaksana, tepat target, tepat lingkungan, dan tepat proses. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu target yang ditentukan tidak tercapai, sebaran penerima belum merata, adanya keterlambatan pencairan, dan persyaratan yangkurang sesuai dengan kondisi target atau mahasiswa, serta kurangnya penggunaan aplikasi atau teknologi. Kesimpulan: Implementasi program beasiswa sepuluh sarjana per desa di Kabupaten
Bojonegoro belum berjalan maksimal. Hal ini dilihat dari banyaknya indikator beserta dimensi
implementasi kebijakan menurut Richard Matland yang belum terpenuhi. Upaya yang telah
dilakukan yaitu berusaha untuk secepat mungkin meluncurkan aplikasi khusus, membagi proses
pencairan dana beasiswa menjadi dua tahapan, dan sosialisasi mengenai persyaratan serta proses dari program beasiswa.
Kata kunci: Implementasi Program, Beasiswa, Pendidikan, Sarjana
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06521/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 12 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001191841 1
005 _ _ 20260115092203 2
035 # # $a 0010-0126000286 3
245 1 # $a IMPLEMENTASI PROGRAM BEASISWA SEPULUH SARJANA PER DESA DI KABUPATEN BOJONEGORO PROVINSI JAWA TIMUR /$c Alfian Dwi Refandi 4
100 _ # $a Alfian Dwi Refandi 5
300 # # $a 11 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20295 7
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 8
082 # # $a 353.859 828 9
084 # # $a 353.859 828 ALF i 10
650 # 4 $a Pendidikan 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bojonegoro, sedangkan APBD yang dimiliki merupakan tertinggi kedua di Jawa Timur, sehingga Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui dinas pendidikan mengeluarkan Program Beasiswa Sepuluh Sarjana per Desa untuk meningkatkan IPM melalui peningkatan kualitas pendidikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi program Beasiswa Sepuluh Sarjana per Desa bagi mahasiswa di Kabupaten Bojonegoro dan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dalam mengoptimalkan program. Metode: Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis berdasarkan teori implementasi kebijakan menurut Richard Matland dengan lima dimensi yaitu tepat kebijakan, tepat pelaksana, tepat target, tepat lingkungan, dan tepat proses. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu target yang ditentukan tidak tercapai, sebaran penerima belum merata, adanya keterlambatan pencairan, dan persyaratan yangkurang sesuai dengan kondisi target atau mahasiswa, serta kurangnya penggunaan aplikasi atau teknologi. Kesimpulan: Implementasi program beasiswa sepuluh sarjana per desa di Kabupaten Bojonegoro belum berjalan maksimal. Hal ini dilihat dari banyaknya indikator beserta dimensi implementasi kebijakan menurut Richard Matland yang belum terpenuhi. Upaya yang telah dilakukan yaitu berusaha untuk secepat mungkin meluncurkan aplikasi khusus, membagi proses pencairan dana beasiswa menjadi dua tahapan, dan sosialisasi mengenai persyaratan serta proses dari program beasiswa. Kata kunci: Implementasi Program, Beasiswa, Pendidikan, Sarjana 12
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 15 Jan 2026
Export