Detail Katalog
ID: 28589Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
evaluasi kebijakan satu data indonesia di kota bengkulu / Daruna Eka Nugraha
Pengarang:
Daruna Eka Nugraha
Daruna Eka Nugraha
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Administrasi Negara
Deskripsi Fisik:
9 : Ilus
9 : Ilus
Nomor Panggil:
351 598 17 DAR e
351 598 17 DAR e
Control Number:
INLIS000000001191845
INLIS000000001191845
BIB ID:
0010-0126000290
0010-0126000290
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Implementasi kebijakan Satu Data Indonesia (SDI) di Kota Bengkulu sebagai bagian dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diatur melalui Peraturan Walikota Bengkulu Nomor 19 Tahun 2022 belum berjalan optimal, dengan Indeks SDI yang masih rendah sebesar 23,72. Permasalahan ini perlu dievaluasi untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan solusi pengembangannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan Satu Data Indonesia di Kota Bengkulu dan mengidentifikasi peran Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai walidata dalam implementasi
kebijakan tersebut. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif dengan enam dimensi evaluasi William N. Dunn, meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, kemerataan, responsivitas, dan kelayakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi terhadap implementasi kebijakan SDI di Kota Bengkulu. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SDI di Kota Bengkulu terhambat oleh beberapa faktor utama, yaitu: (1) keterbatasan anggaran yang tidak dialokasikan secara khusus, (2) terbatasnya SDM
yang kompeten di bidang statistik, (3) minimnya koordinasi antar-OPD, dan (4) belum adanya rencana aksi daerah yang jelas. Peran Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai walidata meliputi pengembangan portal SDI tingkat kota, koordinasi forum penyelenggara SDI, dan penyebarluasan informasi SDI. Kesimpulan: Implementasi kebijakan Satu Data Indonesia di Kota Bengkulu belum berjalan optimal karena berbagai kendala teknis dan manajerial. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya alokasi anggaran khusus, peningkatan kapasitas SDM, penyusunan rencana aksi daerah yang komprehensif, dan penguatan koordinasi antar-pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas implementasi SDI di Kota Bengkulu.
Kata kunci: Satu Data Indonesia, Evaluasi Kebijakan, Sistem Pemerintahan Berbasis
Elektronik, Kota Bengkulu
kebijakan tersebut. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif dengan enam dimensi evaluasi William N. Dunn, meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, kemerataan, responsivitas, dan kelayakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi terhadap implementasi kebijakan SDI di Kota Bengkulu. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SDI di Kota Bengkulu terhambat oleh beberapa faktor utama, yaitu: (1) keterbatasan anggaran yang tidak dialokasikan secara khusus, (2) terbatasnya SDM
yang kompeten di bidang statistik, (3) minimnya koordinasi antar-OPD, dan (4) belum adanya rencana aksi daerah yang jelas. Peran Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai walidata meliputi pengembangan portal SDI tingkat kota, koordinasi forum penyelenggara SDI, dan penyebarluasan informasi SDI. Kesimpulan: Implementasi kebijakan Satu Data Indonesia di Kota Bengkulu belum berjalan optimal karena berbagai kendala teknis dan manajerial. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya alokasi anggaran khusus, peningkatan kapasitas SDM, penyusunan rencana aksi daerah yang komprehensif, dan penguatan koordinasi antar-pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas implementasi SDI di Kota Bengkulu.
Kata kunci: Satu Data Indonesia, Evaluasi Kebijakan, Sistem Pemerintahan Berbasis
Elektronik, Kota Bengkulu
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00037/IPDN/2026 |
|
Baca di tempat | Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 12 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001191845 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260115093710 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000290 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a evaluasi kebijakan satu data indonesia di kota bengkulu /$c Daruna Eka Nugraha | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Daruna Eka Nugraha | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 9 : $b Ilus | 6 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 7 |
| 082 | # |
# |
$a 351 598 17 | 8 |
| 084 | # |
# |
$a 351 598 17 DAR e | 9 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi Negara | 10 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Implementasi kebijakan Satu Data Indonesia (SDI) di Kota Bengkulu sebagai bagian dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diatur melalui Peraturan Walikota Bengkulu Nomor 19 Tahun 2022 belum berjalan optimal, dengan Indeks SDI yang masih rendah sebesar 23,72. Permasalahan ini perlu dievaluasi untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan solusi pengembangannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan Satu Data Indonesia di Kota Bengkulu dan mengidentifikasi peran Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai walidata dalam implementasi kebijakan tersebut. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif dengan enam dimensi evaluasi William N. Dunn, meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, kemerataan, responsivitas, dan kelayakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi terhadap implementasi kebijakan SDI di Kota Bengkulu. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SDI di Kota Bengkulu terhambat oleh beberapa faktor utama, yaitu: (1) keterbatasan anggaran yang tidak dialokasikan secara khusus, (2) terbatasnya SDM yang kompeten di bidang statistik, (3) minimnya koordinasi antar-OPD, dan (4) belum adanya rencana aksi daerah yang jelas. Peran Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai walidata meliputi pengembangan portal SDI tingkat kota, koordinasi forum penyelenggara SDI, dan penyebarluasan informasi SDI. Kesimpulan: Implementasi kebijakan Satu Data Indonesia di Kota Bengkulu belum berjalan optimal karena berbagai kendala teknis dan manajerial. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya alokasi anggaran khusus, peningkatan kapasitas SDM, penyusunan rencana aksi daerah yang komprehensif, dan penguatan koordinasi antar-pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas implementasi SDI di Kota Bengkulu. Kata kunci: Satu Data Indonesia, Evaluasi Kebijakan, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Kota Bengkulu | 11 |
| 856 | # |
# |
$a - | 12 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 15 Jan 2026