Detail Katalog

ID: 28638
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

ANALISIS POLITIK IDENTITAS PADA PEMILIHAN LEGISLATIF 2024 DI DAERAH PEMILIHAN IV KECAMATAN PONTIANAK TIMUR KOTA PONTIANAK / Afifah Rusyanti

Pengarang:
Afifah Rusyanti ; Wutoy, Maichel
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Pemilihan Umum Di Indonesia
Deskripsi Fisik:
14
Nomor Panggil:
324.959.8 AFI a
Control Number:
INLIS000000001191893
BIB ID:
0010-0126000338
Catatan
Permasalahan: Masih adanya perbedaan hasil yang jauh dalam pemilihan legislatif 2024 Daerah Pemilihan 4 Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat yang didasari oleh perbedaaan identitas bakal calon legislatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis politik identitas pada pemilihan legislatif tahun 2024 di Daerah Pemilihan IV Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta mengacu pada teori politik identitas Pierre L. van den Berghe yang mencakup perspektif primordialisme, konstruksionisme, dan instrumentalisme. Adapun data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas terbentuk dari masyarakat sendiri yang memilih calon berasal dari kesamaan identitas mereka. Berdasarkan dari data etnis yang menempati Kalimantan Barat, perilaku memilih dalam kecamatan Pontianak Timur cenderung memilih perwakilan berdasarkan etnis yang sama dengan mereka. Akan tetapi tidak menimbulkan persaingan atau memicu terjadinya konflik. Hal ini menandakan adanya politik identitas yang terjadi dalam skala kecil tidak menganggu secara signifikan. Kesimpulan: Dampak politik identitas ini bersifat dualistik; secara positif, ia meningkatkan partisipasi politik dan keterlibatan komunitas; namun secara negatif, ia berpotensi memecah belah masyarakat serta memperkuat sentimen eksklusivitas berdasarkan identitas kelompok. Studi ini menyarankan perlunya peningkatan pendidikan politik agar masyarakat lebih mempertimbangkan kapabilitas dan program calon dibanding latar belakang identitas mereka
Kata kunci: Politik Identitas; Pemilu Legislatif 2024; Pontianak Timur.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00055/IPDN/2026 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001191893 1
005 _ _ 20260115113045 2
035 # # $a 0010-0126000338 3
245 1 # $a ANALISIS POLITIK IDENTITAS PADA PEMILIHAN LEGISLATIF 2024 DI DAERAH PEMILIHAN IV KECAMATAN PONTIANAK TIMUR KOTA PONTIANAK /$c Afifah Rusyanti 4
100 _ # $a Afifah Rusyanti 5
300 # # $a 14 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22230 7
700 3 # $a Wutoy, Maichel 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 324.959.8 10
084 # # $a 324.959.8 AFI a 11
650 # 4 $a Pemilihan Umum Di Indonesia 12
520 # # $a Permasalahan: Masih adanya perbedaan hasil yang jauh dalam pemilihan legislatif 2024 Daerah Pemilihan 4 Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat yang didasari oleh perbedaaan identitas bakal calon legislatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis politik identitas pada pemilihan legislatif tahun 2024 di Daerah Pemilihan IV Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta mengacu pada teori politik identitas Pierre L. van den Berghe yang mencakup perspektif primordialisme, konstruksionisme, dan instrumentalisme. Adapun data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas terbentuk dari masyarakat sendiri yang memilih calon berasal dari kesamaan identitas mereka. Berdasarkan dari data etnis yang menempati Kalimantan Barat, perilaku memilih dalam kecamatan Pontianak Timur cenderung memilih perwakilan berdasarkan etnis yang sama dengan mereka. Akan tetapi tidak menimbulkan persaingan atau memicu terjadinya konflik. Hal ini menandakan adanya politik identitas yang terjadi dalam skala kecil tidak menganggu secara signifikan. Kesimpulan: Dampak politik identitas ini bersifat dualistik; secara positif, ia meningkatkan partisipasi politik dan keterlibatan komunitas; namun secara negatif, ia berpotensi memecah belah masyarakat serta memperkuat sentimen eksklusivitas berdasarkan identitas kelompok. Studi ini menyarankan perlunya peningkatan pendidikan politik agar masyarakat lebih mempertimbangkan kapabilitas dan program calon dibanding latar belakang identitas mereka Kata kunci: Politik Identitas; Pemilu Legislatif 2024; Pontianak Timur. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name