Detail Katalog
ID: 28663Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
IMPLEMENTASI SMART GOVERNANCE DALAM MEWUJUDKAN SMART CITY BERBASIS DESA ADAT DI KANTOR DESA CATUR, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI, PROVINSI BALI / I Gede Bayu Adi Prabawa
Pengarang:
I Gede Bayu Adi Prabawa ; Sampara Lukman
I Gede Bayu Adi Prabawa ; Sampara Lukman
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Administrasi
Deskripsi Fisik:
13
13
Nomor Panggil:
352.159 862 43 I G i
352.159 862 43 I G i
Control Number:
INLIS000000001191918
INLIS000000001191918
BIB ID:
0010-0126000363
0010-0126000363
Catatan
Permasalahan (GAP) Tata kelola pemerintahan tidak semata-mata berfokus pada urusan
administrasi, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dan pihak ketiga yang baik tanpa
meninggalkan nilai-nilai adat yang ada, namun realisasi di Desa Catur kerjasama pemerintah,
masyarakat dan swasta masih mengalami kendala sehingga mengganggu proses kerjasama
antar sektor. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi smart
governance dalam mewujudkan smart city pada lingkup Desa Adat dan mendeskripsikan faktor
pendukung dan faktor penghambat dalam implementasi smart govenance. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif menurut Sugiyono.
Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan analisis data
menggunakan teknik reduksi data, penyajian informasi dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu smart governance di Desa Catur sudah terlaksana tercermin pada kebijakan Desa Wisata dan Sentra IKM KopiDesa Catur, namun masih terdapat penghambat-penghambat dalam dua program tersebut. Kesimpulan: Implementasi smart governancer berbasis Desa Adat sudah telah berjalan dengan baik dengan terjadinya kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan swasta. Untuk meningkatkan kualitas implementasi smart governance disarankan melaksanakan penyusunan road map pengembangan desa wisata, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan online, pembuatan buku produk herbal dan penunjukan Kepala UPTD Sentra IKM Kopi Desa Catur.
Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Smart Governance, Desa Adat
administrasi, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dan pihak ketiga yang baik tanpa
meninggalkan nilai-nilai adat yang ada, namun realisasi di Desa Catur kerjasama pemerintah,
masyarakat dan swasta masih mengalami kendala sehingga mengganggu proses kerjasama
antar sektor. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi smart
governance dalam mewujudkan smart city pada lingkup Desa Adat dan mendeskripsikan faktor
pendukung dan faktor penghambat dalam implementasi smart govenance. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif menurut Sugiyono.
Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan analisis data
menggunakan teknik reduksi data, penyajian informasi dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu smart governance di Desa Catur sudah terlaksana tercermin pada kebijakan Desa Wisata dan Sentra IKM KopiDesa Catur, namun masih terdapat penghambat-penghambat dalam dua program tersebut. Kesimpulan: Implementasi smart governancer berbasis Desa Adat sudah telah berjalan dengan baik dengan terjadinya kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan swasta. Untuk meningkatkan kualitas implementasi smart governance disarankan melaksanakan penyusunan road map pengembangan desa wisata, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan online, pembuatan buku produk herbal dan penunjukan Kepala UPTD Sentra IKM Kopi Desa Catur.
Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Smart Governance, Desa Adat
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06626/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001191918 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260116120852 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000363 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a IMPLEMENTASI SMART GOVERNANCE DALAM MEWUJUDKAN SMART CITY BERBASIS DESA ADAT DI KANTOR DESA CATUR, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI, PROVINSI BALI /$c I Gede Bayu Adi Prabawa | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a I Gede Bayu Adi Prabawa | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20196 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Sampara Lukman | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 352.159 862 43 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 352.159 862 43 I G i | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan (GAP) Tata kelola pemerintahan tidak semata-mata berfokus pada urusan administrasi, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dan pihak ketiga yang baik tanpa meninggalkan nilai-nilai adat yang ada, namun realisasi di Desa Catur kerjasama pemerintah, masyarakat dan swasta masih mengalami kendala sehingga mengganggu proses kerjasama antar sektor. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi smart governance dalam mewujudkan smart city pada lingkup Desa Adat dan mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam implementasi smart govenance. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif menurut Sugiyono. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian informasi dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu smart governance di Desa Catur sudah terlaksana tercermin pada kebijakan Desa Wisata dan Sentra IKM KopiDesa Catur, namun masih terdapat penghambat-penghambat dalam dua program tersebut. Kesimpulan: Implementasi smart governancer berbasis Desa Adat sudah telah berjalan dengan baik dengan terjadinya kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan swasta. Untuk meningkatkan kualitas implementasi smart governance disarankan melaksanakan penyusunan road map pengembangan desa wisata, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan online, pembuatan buku produk herbal dan penunjukan Kepala UPTD Sentra IKM Kopi Desa Catur. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Smart Governance, Desa Adat | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 16 Jan 2026