Detail Katalog

ID: 28668
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

Analisis Migrasi Penduduk di Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat / Sagala, Stevan Sandro Tua

Pengarang:
Sagala, Stevan Sandro Tua ; Wiwik Roso Sri Rejeki
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
perpindahan penduduk
Deskripsi Fisik:
12 : Ilus
Nomor Panggil:
304.859 824 33 SAG a
Control Number:
INLIS000000001191923
BIB ID:
0010-0126000368
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tingginya angka migrasi masuk ke Kabupaten Bandung Barat dibandingkan dengan migrasi keluar telah mengakibatkan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi bahkan menimbulkan berbagai permasalahan sosial dan ekonomi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola migrasi penduduk di Kabupaten Bandung Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan teori Migrasi Everett S. Lee. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam (25 Informan) terdiri dari pejabat, petugas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung Barat serta masyarakat setempat, disertai dengan dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan dengan model yang dikembangkan oleh Creswell (2023) mencakup enam tahapan. Hasil/Temuan: Migrasi di Kabupaten Bandung Barat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor pendorong, faktor penarik, faktor rintang antara, dan faktor pribadi. Proses migrasi ini berdampak pada peningkatan jumlah angkatan kerja dan kepadatan penduduk, berkurangnya sumber daya manusia, serta memudarnya budaya lokal. Dalam upaya menangani migrasi, pemerintah Kabupaten Bandung Barat melakukan sosialisasi, jemput bola, koordinasi, pelatihan, serta menjalin sinergi dengan perusahaan lokal setempat. Kesimpulan: Fenomena migrasi masuk
yang melebihi migrasi keluar di Kabupaten Bandung Barat memiliki konsekuensi ganda, baik
yang bersifat positif maupun negatif. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah berupaya mengelola dinamika migrasi melalui berbagai kebijakan. Berdasarkan temuan penelitian, direkomendasikan agar upaya yang telah berjalan tersebut terus dioptimalkan. Selain itu, peningkatan efektivitas pengelolaan migrasi dapat dicapai melalui peningkatan kerja sama
dengan Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) serta perusahaan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Kata Kunci : Migrasi, Pemerintah, Pengelolaan
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06631/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001191923 1
005 _ _ 20260116012149 2
035 # # $a 0010-0126000368 3
245 1 # $a Analisis Migrasi Penduduk di Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat /$c Sagala, Stevan Sandro Tua 4
100 3 # $a Sagala, Stevan Sandro Tua 5
300 # # $a 12 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21689 7
700 _ # $a Wiwik Roso Sri Rejeki 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 304.859 824 33 10
084 # # $a 304.859 824 33 SAG a 11
650 # 4 $a perpindahan penduduk 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tingginya angka migrasi masuk ke Kabupaten Bandung Barat dibandingkan dengan migrasi keluar telah mengakibatkan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi bahkan menimbulkan berbagai permasalahan sosial dan ekonomi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola migrasi penduduk di Kabupaten Bandung Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan teori Migrasi Everett S. Lee. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam (25 Informan) terdiri dari pejabat, petugas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung Barat serta masyarakat setempat, disertai dengan dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan dengan model yang dikembangkan oleh Creswell (2023) mencakup enam tahapan. Hasil/Temuan: Migrasi di Kabupaten Bandung Barat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor pendorong, faktor penarik, faktor rintang antara, dan faktor pribadi. Proses migrasi ini berdampak pada peningkatan jumlah angkatan kerja dan kepadatan penduduk, berkurangnya sumber daya manusia, serta memudarnya budaya lokal. Dalam upaya menangani migrasi, pemerintah Kabupaten Bandung Barat melakukan sosialisasi, jemput bola, koordinasi, pelatihan, serta menjalin sinergi dengan perusahaan lokal setempat. Kesimpulan: Fenomena migrasi masuk yang melebihi migrasi keluar di Kabupaten Bandung Barat memiliki konsekuensi ganda, baik yang bersifat positif maupun negatif. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah berupaya mengelola dinamika migrasi melalui berbagai kebijakan. Berdasarkan temuan penelitian, direkomendasikan agar upaya yang telah berjalan tersebut terus dioptimalkan. Selain itu, peningkatan efektivitas pengelolaan migrasi dapat dicapai melalui peningkatan kerja sama dengan Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) serta perusahaan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Kata Kunci : Migrasi, Pemerintah, Pengelolaan 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 16 Jan 2026
Export