Detail Katalog

ID: 28676
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

KOLABORASI BPBD DALAM REHABILITASI PASCA BENCANA TANAH LONGSOR DI KOTA TOMOHON PROVINSI SULAWESI UTARA / Pijoh, Vaisa Brigita

Pengarang:
Pijoh, Vaisa Brigita ; Selamat Jalaludin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Rehabilitasi Pascabencana Tanah Longsor
Deskripsi Fisik:
11
Nomor Panggil:
363.349.559.842.42 PIJ k
Control Number:
INLIS000000001191931
BIB ID:
0010-0126000376
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Tomohon merupakan wilayah rawan bencana tanah longsor akibat kondisi topografi berbukit dan curah hujan tinggi. Penanganan pasca bencana, khususnya tahap rehabilitasi, masih menghadapi kendala seperti keterbatasan anggaran, kurangnya sarana prasarana, dan belum adanya regulasi turunan yang mengatur kolaborasi antar pemangku kepentingan. Hal ini menyebabkan proses rehabilitasi belum berjalan secara optimal Penelitian ini menggunakan teori Kolaborasi dari Ansell dan Gash. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam rehabilitasi pascabencana tanah longsor di Kota Tomohon. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum serta pihak kelurahan dan masyarakat pada bagian koordinasi sudah berjalan dengan baik, namun ada beberapa hambatan seperti rapat yang belum rutin dilaksanakan, ketersediaan sarana dan prasarana yang masih terbatas, belum adanya regulasi khusus yang mengatur tentang kolaborasi dalam proses
rehabilitasi, dan pengalokasian anggaran untuk bencana belum optimal. Kesimpulan: Kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam fase rehabilitasi pascabencana longsor di Kota Tomohon belum berjalan lancar karena masih ada kendala. Oleh karena itu, diperlukan beberapa langkah perbaikan, yaitu: (1) meningkatkan frekuensi rapat koordinasi, (2) penambahan sarana prasarana, (3) menyusun regulasi yang jelas, dan (4) alokasi anggaran yang memadai.
Kata Kunci: Tanah Longsor, Bencana, Kolaborasi, Rehabilitasi
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00061/IPDN/2026 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001191931 1
005 _ _ 20260117074656 2
035 # # $a 0010-0126000376 3
245 1 # $a KOLABORASI BPBD DALAM REHABILITASI PASCA BENCANA TANAH LONGSOR DI KOTA TOMOHON PROVINSI SULAWESI UTARA /$c Pijoh, Vaisa Brigita 4
100 3 # $a Pijoh, Vaisa Brigita 5
300 # # $a 11 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22042 7
700 _ # $a Selamat Jalaludin 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 363.349.559.842.42 10
084 # # $a 363.349.559.842.42 PIJ k 11
650 # 4 $a Rehabilitasi Pascabencana Tanah Longsor 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Tomohon merupakan wilayah rawan bencana tanah longsor akibat kondisi topografi berbukit dan curah hujan tinggi. Penanganan pasca bencana, khususnya tahap rehabilitasi, masih menghadapi kendala seperti keterbatasan anggaran, kurangnya sarana prasarana, dan belum adanya regulasi turunan yang mengatur kolaborasi antar pemangku kepentingan. Hal ini menyebabkan proses rehabilitasi belum berjalan secara optimal Penelitian ini menggunakan teori Kolaborasi dari Ansell dan Gash. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam rehabilitasi pascabencana tanah longsor di Kota Tomohon. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum serta pihak kelurahan dan masyarakat pada bagian koordinasi sudah berjalan dengan baik, namun ada beberapa hambatan seperti rapat yang belum rutin dilaksanakan, ketersediaan sarana dan prasarana yang masih terbatas, belum adanya regulasi khusus yang mengatur tentang kolaborasi dalam proses rehabilitasi, dan pengalokasian anggaran untuk bencana belum optimal. Kesimpulan: Kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam fase rehabilitasi pascabencana longsor di Kota Tomohon belum berjalan lancar karena masih ada kendala. Oleh karena itu, diperlukan beberapa langkah perbaikan, yaitu: (1) meningkatkan frekuensi rapat koordinasi, (2) penambahan sarana prasarana, (3) menyusun regulasi yang jelas, dan (4) alokasi anggaran yang memadai. Kata Kunci: Tanah Longsor, Bencana, Kolaborasi, Rehabilitasi 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 17 Jan 2026
Export