Detail Katalog

ID: 28684
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA MEGATHRUST DI KOTA BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG / Selvira Putri Maharani

Pengarang:
Selvira Putri Maharani ; Mujahidin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
kesiapsiagaan bencana gempa bumi
Deskripsi Fisik:
14 : Ilus
Nomor Panggil:
363.349.559.818.33 SEL k
Control Number:
INLIS000000001191939
BIB ID:
0010-0126000384
Catatan
Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Bandar Lampung, yang terletak di dekat zona subduksi Selat Sunda, menghadapi ancaman besar dari gempa megathrust yang berpotensi memicu tsunami besar. Namun, kesiapsiagaan masyarakat masih rendah karena banyak warga yang kurang memiliki kesadaran dan akses terhadap informasi kebencanaan serta fasilitas evakuasi. Kesenjangan ini menunjukkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan strategi manajemen risiko bencana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana megathrust di Kota Bandar Lampung serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi kesiapsiagaan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali pengetahuan, sikap, dan upaya preventif masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan dari masyarakat serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Analisis dilakukan berdasarkan kerangka kesiapsiagaan bencana LIPI-UNESCO. Hasil/Temuan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat di Kota Bandar Lampung masih rendah, terutama dalam hal kesadaran dan akses terhadap informasi bencana. Meskipun BPBD telah melakukan sosialisasi, simulasi, dan pemasangan rambu evakuasi, upaya tersebut belum merata di seluruh wilayah kota. Faktor pendukung meliputi inisiatif BPBD dan komitmen otoritas lokal, sedangkan faktor penghambat mencakup literasi digital yang terbatas, integrasi sistem yang belum optimal, infrastruktur yang kurang memadai, dan kurangnya keterlibatan masyarakat. Kesimpulan: Peningkatan kesiapsiagaan bencana di Kota Bandar Lampung memerlukan edukasi berkelanjutan, peningkatan kapasitas, dan pengembangan infrastruktur. Integrasi pengetahuan lokal dan pelibatan masyarakat secara aktif dalam perencanaan penanggulangan bencana sangat penting untuk membangun ketangguhan.
Kata kunci: Gempa Megathrust; Manajemen Risiko Bencana; Kesiapsiagaan Masyarakat
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00069/IPDN/2026 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001191939 1
005 _ _ 20260117102249 2
035 # # $a 0010-0126000384 3
245 1 # $a KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA MEGATHRUST DI KOTA BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG /$c Selvira Putri Maharani 4
100 _ # $a Selvira Putri Maharani 5
300 # # $a 14 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20798 7
700 _ # $a Mujahidin 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 363.349.559.818.33 10
084 # # $a 363.349.559.818.33 SEL k 11
650 # 4 $a kesiapsiagaan bencana gempa bumi 12
520 # # $a Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Bandar Lampung, yang terletak di dekat zona subduksi Selat Sunda, menghadapi ancaman besar dari gempa megathrust yang berpotensi memicu tsunami besar. Namun, kesiapsiagaan masyarakat masih rendah karena banyak warga yang kurang memiliki kesadaran dan akses terhadap informasi kebencanaan serta fasilitas evakuasi. Kesenjangan ini menunjukkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan strategi manajemen risiko bencana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana megathrust di Kota Bandar Lampung serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi kesiapsiagaan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali pengetahuan, sikap, dan upaya preventif masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan dari masyarakat serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Analisis dilakukan berdasarkan kerangka kesiapsiagaan bencana LIPI-UNESCO. Hasil/Temuan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat di Kota Bandar Lampung masih rendah, terutama dalam hal kesadaran dan akses terhadap informasi bencana. Meskipun BPBD telah melakukan sosialisasi, simulasi, dan pemasangan rambu evakuasi, upaya tersebut belum merata di seluruh wilayah kota. Faktor pendukung meliputi inisiatif BPBD dan komitmen otoritas lokal, sedangkan faktor penghambat mencakup literasi digital yang terbatas, integrasi sistem yang belum optimal, infrastruktur yang kurang memadai, dan kurangnya keterlibatan masyarakat. Kesimpulan: Peningkatan kesiapsiagaan bencana di Kota Bandar Lampung memerlukan edukasi berkelanjutan, peningkatan kapasitas, dan pengembangan infrastruktur. Integrasi pengetahuan lokal dan pelibatan masyarakat secara aktif dalam perencanaan penanggulangan bencana sangat penting untuk membangun ketangguhan. Kata kunci: Gempa Megathrust; Manajemen Risiko Bencana; Kesiapsiagaan Masyarakat 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name