Detail Katalog
ID: 28730Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
MITIGASI RISIKO KECELAKAAN BAGI PENAMBANG TIMAH INKONVENSIONAL DI KABUPATEN BANGKA SELATAN PROVINSI BANGKA BELITUNG / Aditya Nugraha
Pengarang:
Aditya Nugraha ; Kusworo
Aditya Nugraha ; Kusworo
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Program Keselamatan di Pertambangan
Deskripsi Fisik:
18
18
Nomor Panggil:
622.859 816 321 ADI m
622.859 816 321 ADI m
Control Number:
INLIS000000001191985
INLIS000000001191985
BIB ID:
0010-0126000430
0010-0126000430
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Meskipun permasalahan pertambangan timah, baik dari
sisi lingkungan maupun sosial ekonomi, telah banyak diangkat, upaya mitigasi risiko kecelakaan
kerja bagi penambang timah inkonvensional di Kabupaten Bangka Selatan masih belum
mendapatkan perhatian dan implementasi yang memadai. Kesenjangan utama adalah belum adanya
identifikasi risiko kecelakaan kerja yang komprehensif dan sistematis, model mitigasi yang efektif
dan holistik, serta keterbatasan edukasi dan penerapan keselamatan kerja di lapangan. Selain itu,
koordinasi dan kontribusi berbagai pihak dalam mitigasi risiko kecelakaan masih belum optimal.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Mitigasi Risiko Kecelakaan bagi
Penambang Timah Inkonvensional oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran di
Kabupaten Bangka Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data
dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa mitigasi risiko kecelakaan bagi penambang timah inkonvensional di Kabupaten Bangka
Selatan belum berjalan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya regulasi khusus yang
mengatur keselamatan kerja pada tambang inkonvensional, sehingga pemerintah tidak memiliki
dasar hukum untuk melakukan pembinaan dan intervensi. Selain itu, ketiadaan Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten berdampak pada sulitnya alokasi
anggaran dan minimnya sarana prasarana vital untuk penyelamatan dan evakuasi. Kesimpulan:
Implementasi mitigasi risiko kecelakaan, baik secara struktural maupun non-struktural, bagi
penambang timah inkonvensional di Kabupaten Bangka Selatan secara umum belum dilaksanakan
secara sistematis dan efektif. Faktor penghambat utama meliputi status ilegal aktivitas
penambangan, kelemahan institusional dan regulasi (termasuk ketiadaan BPBD kabupaten), tekanan
sosial-ekonomi yang mendorong pengabaian keselamatan, serta keterbatasan teknis dan
pengetahuan penambang. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut
masih sangat terbatas, bersifat parsial, dan belum efektif menyentuh akar permasalahan.
Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Pemadam Kebakaran, Penanggulangan KebakaranKebakaran
sisi lingkungan maupun sosial ekonomi, telah banyak diangkat, upaya mitigasi risiko kecelakaan
kerja bagi penambang timah inkonvensional di Kabupaten Bangka Selatan masih belum
mendapatkan perhatian dan implementasi yang memadai. Kesenjangan utama adalah belum adanya
identifikasi risiko kecelakaan kerja yang komprehensif dan sistematis, model mitigasi yang efektif
dan holistik, serta keterbatasan edukasi dan penerapan keselamatan kerja di lapangan. Selain itu,
koordinasi dan kontribusi berbagai pihak dalam mitigasi risiko kecelakaan masih belum optimal.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Mitigasi Risiko Kecelakaan bagi
Penambang Timah Inkonvensional oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran di
Kabupaten Bangka Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data
dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa mitigasi risiko kecelakaan bagi penambang timah inkonvensional di Kabupaten Bangka
Selatan belum berjalan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya regulasi khusus yang
mengatur keselamatan kerja pada tambang inkonvensional, sehingga pemerintah tidak memiliki
dasar hukum untuk melakukan pembinaan dan intervensi. Selain itu, ketiadaan Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten berdampak pada sulitnya alokasi
anggaran dan minimnya sarana prasarana vital untuk penyelamatan dan evakuasi. Kesimpulan:
Implementasi mitigasi risiko kecelakaan, baik secara struktural maupun non-struktural, bagi
penambang timah inkonvensional di Kabupaten Bangka Selatan secara umum belum dilaksanakan
secara sistematis dan efektif. Faktor penghambat utama meliputi status ilegal aktivitas
penambangan, kelemahan institusional dan regulasi (termasuk ketiadaan BPBD kabupaten), tekanan
sosial-ekonomi yang mendorong pengabaian keselamatan, serta keterbatasan teknis dan
pengetahuan penambang. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut
masih sangat terbatas, bersifat parsial, dan belum efektif menyentuh akar permasalahan.
Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Pemadam Kebakaran, Penanggulangan KebakaranKebakaran
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06649/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001191985 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260119104501 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000430 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a MITIGASI RISIKO KECELAKAAN BAGI PENAMBANG TIMAH INKONVENSIONAL DI KABUPATEN BANGKA SELATAN PROVINSI BANGKA BELITUNG /$c Aditya Nugraha | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Aditya Nugraha | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 18 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22899 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Kusworo | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 622.859 816 321 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 622.859 816 321 ADI m | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Program Keselamatan di Pertambangan | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Meskipun permasalahan pertambangan timah, baik dari sisi lingkungan maupun sosial ekonomi, telah banyak diangkat, upaya mitigasi risiko kecelakaan kerja bagi penambang timah inkonvensional di Kabupaten Bangka Selatan masih belum mendapatkan perhatian dan implementasi yang memadai. Kesenjangan utama adalah belum adanya identifikasi risiko kecelakaan kerja yang komprehensif dan sistematis, model mitigasi yang efektif dan holistik, serta keterbatasan edukasi dan penerapan keselamatan kerja di lapangan. Selain itu, koordinasi dan kontribusi berbagai pihak dalam mitigasi risiko kecelakaan masih belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Mitigasi Risiko Kecelakaan bagi Penambang Timah Inkonvensional oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran di Kabupaten Bangka Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitigasi risiko kecelakaan bagi penambang timah inkonvensional di Kabupaten Bangka Selatan belum berjalan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya regulasi khusus yang mengatur keselamatan kerja pada tambang inkonvensional, sehingga pemerintah tidak memiliki dasar hukum untuk melakukan pembinaan dan intervensi. Selain itu, ketiadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten berdampak pada sulitnya alokasi anggaran dan minimnya sarana prasarana vital untuk penyelamatan dan evakuasi. Kesimpulan: Implementasi mitigasi risiko kecelakaan, baik secara struktural maupun non-struktural, bagi penambang timah inkonvensional di Kabupaten Bangka Selatan secara umum belum dilaksanakan secara sistematis dan efektif. Faktor penghambat utama meliputi status ilegal aktivitas penambangan, kelemahan institusional dan regulasi (termasuk ketiadaan BPBD kabupaten), tekanan sosial-ekonomi yang mendorong pengabaian keselamatan, serta keterbatasan teknis dan pengetahuan penambang. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut masih sangat terbatas, bersifat parsial, dan belum efektif menyentuh akar permasalahan. Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Pemadam Kebakaran, Penanggulangan KebakaranKebakaran | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 19 Jan 2026