Detail Katalog

ID: 28764
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PERAN AKTOR POLITIK LOKAL DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN DI KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU / Sandy Pardo Edma

Pengarang:
Sandy Pardo Edma ; Hardiyanto Rahman
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Pembangunan Jalan Raya
Deskripsi Fisik:
15
Nomor Panggil:
625.759 814 162 SAN p
Control Number:
INLIS000000001192019
BIB ID:
0010-0126000464
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian
ini adalah bagaimana peran aktor politik lokal dalam pembangunan infrastruktur jalan di
Kabupaten Rokan Hulu, mengingat belum terealisasinya peningkatan status jalan provinsi menjadi
jalan nasional dan masih banyaknya jalan yang rusak berat. Hal ini menunjukkan adanya
kesenjangan antara usulan pemerintah daerah dan realisasi pembangunan di lapangan. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran aktor politik lokal dalam
pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Rokan Hulu, serta mengidentifikasi faktor-faktor
pendukung dan penghambat dari peran tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan
accidental sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran
aktor politik lokal dalam pembangunan infrastruktur jalan belum berjalan secara optimal. Dari
lima dimensi teori peran Horoepoetri & Santosa (1993), hanya dua dimensi yang berfungsi baik,
yaitu strategi (terlihat dari koordinasi yang dilakukan sebanyak 12 kali) dan alat komunikasi
(penggunaan media oleh aktor politik lokal dalam menanggapi aspirasi masyarakat). Sedangkan
tiga dimensi lainnya belum berjalan efektif, yaitu kebijakan (tidak selarasnya prioritas anggaran),
penyelesaian sengketa (masih adanya konflik wilayah), dan terapi (belum ada pengukuran
kepuasan masyarakat). Faktor pendukung pembangunan jalan meliputi dukungan anggaran,
kebijakan pusat, kolaborasi lintas sektor, dan komitmen politik. Namun terdapat hambatan seperti
kondisi alam, keterbatasan teknis, konflik batas wilayah, dan minimnya partisipasi masyarakat.
Kesimpulan: Aktor politik lokal memiliki peran strategis dalam pembangunan jalan di Kabupaten
Rokan Hulu, namun peran ini belum dijalankan secara maksimal. Hambatan struktural dan kultural
menjadi tantangan dalam mengoptimalkan peran tersebut. Diperlukan penguatan sinergi antar
pemangku kepentingan, transparansi kebijakan, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap
tahapan pembangunan. Saran: Pemerintah daerah dan aktor politik lokal diharapkan mampu
memperkuat koordinasi lintas sektor, memperjelas prioritas kebijakan infrastruktur, serta
meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai upaya akselerasi pembangunan infrastruktur jalan,
terutama dalam mendorong realisasi status jalan nasional.
Kata Kunci: Aktor Politik Lokal, Pembangunan Jalan, Infrastruktur, Kebijakan Publik
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06672/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192019 1
005 _ _ 20260120084521 2
035 # # $a 0010-0126000464 3
245 1 # $a PERAN AKTOR POLITIK LOKAL DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN DI KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU /$c Sandy Pardo Edma 4
100 _ # $a Sandy Pardo Edma 5
300 # # $a 15 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23139 7
700 _ # $a Hardiyanto Rahman 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 625.759 814 162 10
084 # # $a 625.759 814 162 SAN p 11
650 # 4 $a Pembangunan Jalan Raya 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah bagaimana peran aktor politik lokal dalam pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Rokan Hulu, mengingat belum terealisasinya peningkatan status jalan provinsi menjadi jalan nasional dan masih banyaknya jalan yang rusak berat. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara usulan pemerintah daerah dan realisasi pembangunan di lapangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran aktor politik lokal dalam pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Rokan Hulu, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dari peran tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan accidental sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran aktor politik lokal dalam pembangunan infrastruktur jalan belum berjalan secara optimal. Dari lima dimensi teori peran Horoepoetri & Santosa (1993), hanya dua dimensi yang berfungsi baik, yaitu strategi (terlihat dari koordinasi yang dilakukan sebanyak 12 kali) dan alat komunikasi (penggunaan media oleh aktor politik lokal dalam menanggapi aspirasi masyarakat). Sedangkan tiga dimensi lainnya belum berjalan efektif, yaitu kebijakan (tidak selarasnya prioritas anggaran), penyelesaian sengketa (masih adanya konflik wilayah), dan terapi (belum ada pengukuran kepuasan masyarakat). Faktor pendukung pembangunan jalan meliputi dukungan anggaran, kebijakan pusat, kolaborasi lintas sektor, dan komitmen politik. Namun terdapat hambatan seperti kondisi alam, keterbatasan teknis, konflik batas wilayah, dan minimnya partisipasi masyarakat. Kesimpulan: Aktor politik lokal memiliki peran strategis dalam pembangunan jalan di Kabupaten Rokan Hulu, namun peran ini belum dijalankan secara maksimal. Hambatan struktural dan kultural menjadi tantangan dalam mengoptimalkan peran tersebut. Diperlukan penguatan sinergi antar pemangku kepentingan, transparansi kebijakan, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan. Saran: Pemerintah daerah dan aktor politik lokal diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, memperjelas prioritas kebijakan infrastruktur, serta meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai upaya akselerasi pembangunan infrastruktur jalan, terutama dalam mendorong realisasi status jalan nasional. Kata Kunci: Aktor Politik Lokal, Pembangunan Jalan, Infrastruktur, Kebijakan Publik 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name